Senin, 21 November 2016

Aspek Sosial, Ekonomi, dan Politis dari Cloud Computing

Pertemuan 3 <konsep cloud computing>



Aspek Sosial, Ekonomi, dan Politis dari Cloud Computing

1.       Teknologi Informasi dan Implikasinya dalam Kehidupan Masyarakat

     Manusia memasuki tahapan baru dari masyarakat yang disebut masyarakat informasi. Masyarakat informasi (information society) adalah masyarakat yang melakukan kegiatan distribusi, penggunaan, dan manipulasi informasi dalam aktivitas Ekonomi, Politik, dan Budaya secara signifikan. Tujuannya untuk mendapatkan keuntungan kompetitif secara internasional melalui penggunaan Teknologi Informasi dengan cara kreatif dan produktif. Pengetahuan ekonomi adalah mitra dimana kekayaan diciptakan melalui eksploitasi pemahaman tentang Ekonomi. Orang-orang yang memiliki sarana dalam masyarakat tersebut disebut sebagai warga Digital.
     Manusia modern tak bisa lepas dari teknologi informasi dalam melakukan aktivitas sehari-hari, yang dilakukan melalui mailing list, email, serta berinteraksi dengan komunitas dunia maya. Jadi bisa dikatakan bahwa pengolahan informasi adalah inti dari kegiatan manusia modern dengan menggunakan teknologi baru. Hal ini memiliki implikasi pada segala aspek kehidupan masyarakat dan mengubah cara manusia modern dalam melakukan berbagai aktivitas di bidang Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, bahkan dalam memanfaatkan waktu luang untuk mengkonsumsi dan memproduksi informasi.
2.       Dimensi Etika

                banyak sekarang penggunaan komputer sudah di luar etika penggunaannya, misalnya: dengan   
          pemanfaatan teknologi komputer, dengan mudah seseorang dapat mengakses data dan informasi 
          dengan cara yang tidak sah. Adapula yang memanfaatkan teknologi komputer ini untuk melakukan 
          tindakan kriminal.

                 Hal-hal inilah yang kemudian memunculkan unsur etika sebagai faktor yang sangat penting 
           kaitannya dengan penggunaan sistem informasi berbasis komputer, mengingat salah satu penyebab 
           pentingnya etika adalah karena etika melingkupi wilayah – wilayah yang belum tercakup dalam 
           wilayah hukum. Faktor etika disini menyangkut identifikasi dan penghindaran terhadap unethical 
            behavior dalam penggunaan sistem informasi berbasis komputer
  
      Dengan menggunakan sistem informasi, penting untuk dipertanyakan, bagaimana tanggung jawab secara etis dan sosial dapat ditempatkan dengan memadai dalam pemanfaatan sistem informasi. Etika, sosial, dan politik merupakan tiga hal yang berhubungan dekat sekali. Permasalahan etika yang dihadapi dalam perkembangan sistem informasi manajemen umumnya tercermin di dalam lingkungan sosial dan politik.




Untuk dapat memahami lebih baik hubungan ketiga hal tersebut di dalam pemanfaatan sistem informasi, diidentifikasi  lima dimensi moral dari era informasi yang sedang berkembang ini, yaitu:

a.       Hak dan kewajiban informasi; apa hak informasi yang dimiliki oleh seorang individu atau  organisasi atas informasi? Apa yang dapat mereka lindungi? Kewajiban apa yang dibebankan kepada setiap individu dan organisasi berkenaan dengan informasi?
b.      Hak milik dan kewajiban; bagaimana hak milik intelektual dilindungi di dalam suatu masyarakat digital di mana sulit sekali untuk masalah kepemilikan ini ditrasir dan ditetapkan akuntabilitasnya, dan begitu mudahnya hak milik untuk diabaikan?
c.       Akuntabilitas dan pengendalian; siapa bertanggung jawab terhadap kemungkinan adanya gangguan-gangguan yang dialami individu, informasi, dan hak kepemilikan?
d.      Kualitas sistem; standar data dan kualitas sistem apa yang diinginkan untuk melindungi hak individu dan keselamatan masyarakat?
e.       Kualitas hidup; nilai apa yang harus dipertahankan di dalam suatu informasi dan masyarakat  berbasis pengetahuan? Lembaga apa yang harus ada untuk melindungi dari  kemungkinan terjadinya pelanggaran informasi? Nilai budaya dan praktik-praktik apa yang diperlukan di dalam era teknologi informasi yang baru?


3.      Aspek Sosial

Dalam aspek sosial ini terdapat dampak yang mempengaruhi perkembangan teknlologi informasi yaitu:

Dampak Positif :

1. Menjunjung tinggi pelaksanaan Hak Asasi Manusia (HAM).
2. Mengadakan pertukaran pelajar antar negara.
3. Adanya rasa solidaritas sosial yang tinggi antarbangsa di berbagai negara.
4. Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran.
5. Memacu untuk meningkatkan kualitas diri.

· Dampak Negatif :

1. Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD atau DVD.
2. Rasa kekeluargaan yang akan berkurang dengan adanya jiwa individualis.
3. Kesenjangan sosial semakin tajam.
4. Budaya-budaya tradisional kita akan tergeser oleh budaya negara lain.
5. Erosi nilai-nilai budaya.
6. Terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya berkembang menjadi budaya massa.

7. Mempercepat perubahan pola kehidupan bangsa.
8. Membuat sikap menutup diri dan berpikir sempit.
9. Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat.
10. Lenyapnya identitas kultural nasional dan lokal.
11. Kehilangan arah sebagai bangsa yang memiliki jati diri.
12. Hilangnya semangat nasionalisme dan patriotisme.
13. Cenderung pragmatisme dan maunya serba insta


4.      Aspek Politik

Dampak Positif Teknologi Informasi dalam Politik

· Kegiatan politik yang menggunakan teknologi informasi memiliki keuntungan yang sangat besar diantaranya :
1.      Demokratisasi
2.      Dampak ramah lingkungan
3.      Cepat, efisien, nyaman
4.      Politik Internasional yang lebih efektif dan efisien

· Dampak Negatif Teknologi Informasi dalam Politik

Walaupun penggunaan teknologi informasi dalam politik memberikan benefit yang sangat banyak, namun tetap ada dampak negatifnya, dalam segi:
·         Biaya
·         Jangkauan akses
·         Transparansi
·         Privasi

5.      Aspek Ekonomi

          Perkembangan teknologi dan komunikasi dapat mempengaruhi tingkat perekonomian suatu negara. Semakin tinggi perkembangan teknologi semakin tnggi pula tingkat perekonomian di negara tersebut. Tetapi perkembangan teknologi tidak hanya mengandung unsur positif, ada juga unsur negatif sehingga terdapat penyalahgunakan dalam penggunakan teknologi tersebut untuk melakukan tindak kriminal. Berikut dampak yang ditimbulkan adanya teknologi informasi

1.     Dampak positif
·       Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
·       Terjadinya industrialisasi
·       Produktifitas dunia industri semakin meningkat
Dengan adanya teknologi, kemampuan produktifitas dunia industri suatu negara akan meningkat baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis. Investasi dan reinvestasi yang akan berlangsung secara besar-besaran yang akan meningkatkan produktiitas dunia ekonomi.



2.     Dampak negatif
·       Di bidang teknologi akan terjadi penyalahgunaan dan penyimpangan funsi teknologi untuk melakukan sesuatu yang melanggar norma dan etika seperti halnya mengupload video porno dan melakukan penipuan melalui internet.
·       Kerahasiaan alat tes yang semakin terancam program intelegensi seperti tes Raven yang dapat diakses menggunakan compact disk ataupun yang lainnya. Implikasi dari masalah ini adalah tes psikologi yang dimunngkinkan mudah bocor dan pengembangannya harus berpacu pada kecepatan pembocoran melalui internet.
·         Penyalahgunakaan pengetahuan dan teknologi yang dilakukan oleh orang-orang tertentu untuk melakukan tindakan kriminal. Kemajuan teknologi berpengaruh pada kemajuan di bidang pendidikan yang juga mencetak generasi berpengetahuan tinggi tetapi memiliki moral yang rendah.


6.   Cloud Computing dan Green IT
Komputasi hijau (bahasa Inggris: green computing) adalah kajian dan praktik penggunaan sumber daya komputer secara efisien. Sasaran primer program-program tersebut adalah pencakupan TBL (triple bottom line: manusia, planet, laba), suatu pengembangan spektrum nilai dan kriteria untuk pengukuran kesuksesan organisasi. Sasarannya antara lain adalah untuk mengurangi penggunaan bahan-bahan berbahaya, memaksimalkan efisiensi energi selama umur produk, dan meningkatkan daur ulang serta biodegradasi bagi produk gagal dan limbah pabrik.
Sistem TI modern bergantung pada campuran rumit manusia, jaringan, serta perangkat keras. Karenanya, suatu prakarsa komputasi hijau harus bersifat sistematis dan ditujukan bagi masalah yang semakin rumit. Unsur-unsur dari solusinya dapat berupa kepuasan pengguna akhir, restrukturisasi manajemen, kepatuhan terhadap regulasi, pembuangan limbah elektronik, telecommuting, virtualisasi sumber daya server, penggunaan energi, solusi thin client, serta ROI (return on investment).


Kamis, 17 November 2016

Model Adopsi Bisnis dan Aspek Legal

PERTEMUAN KE 2
                                             

                                                      "Model Adopsi Bisnis dan Aspek Legal" 
Hasil gambar untuk Model Adopsi Bisnis dan Aspek Legal cloud computing

Sebelum membahas model adopsi bisnis dan aspek legal alangkah baiknya membahas beberapa aspek dari problem diatas ada beberapa aspek yang ada disini yang merupakan bagian dari adopsi bisnis dan aspek legal. berikut beberapa aspek yang merupakan model adopsi bisnis dan aspek legal

1. Layanan Cloud Computing
   Seperti halnya sebuah layanan, Cloud Computing biasanya juga memiiliki jenis layanan tertentu yang    
   dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan. Disini akan membahas mengenai jenis-jenis atau service model 
   dari layanan cloud secara umum.
   Layanan cloud sering dikategorikan ke dalam 3 model, yaitu:
  • Infrastructure-as-a-Service (IaaS)
  • Platform-as-a-Service (PaaS)
  • Software-as-a-Service (SaaS) 
a. Infrastructure-as-a-Service (IaaS)
   IaaS adalah sebuah model layanan dimana penyedia cloud menyediakan hardware / perangkat keras 
   (komputer server, penyimpanan data, jaringan, dll) untuk pelanggan. Manajemen perangkat keras  
   menjadi tanggung jawab penyedia layanan, dan pelanggan mengontrol operating system serta aplikasi   
   yang diinstal ke dalam server.

  Contoh: Penyedia layanan hosting (Neohoster, GoDaddy, dll), vCloud Express Services (misalnya 
  BlueLock, Hosting.Com, Melboure IT, Terremark), Private cloud yang di-deploy dan di-manage  
  oleh sebuah departemen IT sebagai layanan kepada bisnis unit lainnya (pelanggan di dalam 
  sebuah organisasi), Azure Service dengan VM Role.

b. Platform-as-a-Service (PaaS)
   PaaS adalah model layanan yang menyediakan semua hal yang dibutuhkan untuk mengembangkan / 
   develop sebuah aplikasi pada cloud. PaaS menawarkan fasilitas untuk mengembangkan, testing, 
   deployment, hingga maintenance aplikasi tanpa harus membeli infrastruktur dan software environment 
   (Operating System)

   Contoh: Windows Azure Platform, Google App Engine, VMforce.com
 
c. Software-as-a-Service (SaaS)
   SaaS adalah model layanan dimana pelanggan cloud menggunakan aplikasi yang sudah disediakan 
   dalam cloud. SaaS adalah bentuk cloud yang paling umum digunakan saat ini

   Contoh: Office 365, Salesforce.com, Hosted Exchange, Salesforce.com

2. Public Cloud   

    Public Cloud adalah layanan  infrastruktur yang disediakan off-site melalui Internet.
    Public Cloud ini menawarkan level yang tinggi dari efisiensi share resources.
    Namun, mereka juga lebih rentan dari pada private Cloud.
    Public Cloud adalah pilihan yang tepat dengan kondisi:
  • Beban kerja standar untuk aplikasi yang digunakan oleh banyak orang, seperti e -mail.
  • Anda perlu untuk menguji dan mengembangkan kode aplikasi.
  • Anda memiliki SaaS ( Software as a Service ) aplikasi dari vendor yang memiliki strategi keamanan yang diterapkan.
  • Anda perlu kapasitas tambahan (kemampuan untuk menambahkan kapasitas komputer untuk puncak kali).
  • Melakukan proyek kolaborasi.
  • Anda melakukan sebuah proyek pengembangan perangkat lunak ad- hoc menggunakan platform sebagai layanan ( PaaS ) yang menawarkan cloud.
    Banyak eksekutif departemen TI mengkhawatirkan keamanan Public Cloud dan kehandalannya.
    Luangkan waktu untuk memastikan bahwa Anda memiliki perencanaan yang baik untuk masalah
    keamanan, atau penghematan biaya jangka pendek, kareng jika tidak hal ini bisa berubah
    menjadi mimpi buruk jangka  panjang.

 3. Private Cloud
    
    Private Cloud adalah salah satu layanan di mana infrastruktur diselenggarakan di private network.
    Private Cloud ini menawarkan tingkat keamanan dan kontrol yang tinggi, tapi perusahaan harus tetap
    membeli dan memelihara software dan infrastuktur, yang mana hal itu bisa mengurangi biaya. Sebuah
    Private Cloud adalah pilihan yang tepat dengan kondisi:
  • Data dan aplikasi adalah bisnis Anda. Oleh karena itu , kontrol dan keamanan adalah hal yang terpenting.
  • Bisnis Anda adalah bagian dari sebuah industri yang harus sesuai dengan masalah keamanan dan privasi data yang ketat.
  • Perusahaan Anda cukup besar untuk menjalankan data center  cloud generasi selanjutnya  secara efisien dan efektif sendiri.
   Hal yang cukup rumit adalah, garis batas antara private and public Cloud yang masih belum jelas/kabur.
   Sebagai contoh, beberapa perusahaan public cloud kini menawarkan versi  privat cloud mereka.
   Beberapa perusahaan yang hanya menawarkan teknologi private cloud kini menawarkan versi public
   dari mereka dengan capabilities yang sama.

 4. Hybrid Cloud
 
     Hybrid Cloud mencakup berbagai pilihan public and private dengan beberapa penyedia.
     Dengan   menshare hal-hal di atas Hybrid Cloud, Anda menjaga setiap aspek di bisnis Anda dalam
     lingkungan yang seifisien mungkin. The downside adalah bahwa Anda harus mentrack berbagai
     platform security yang berbeda dan memastikan bahwa semua aspek dari bisnis Anda dapat
     terhubung satu sama lain. Berikut adalah beberapa situasi di mana lingkungan hybrid adalah pilihan
     yang terbaik.
  • Perusahaan Anda ingin menggunakan aplikasi SaaS tetapi mengkhawatirkan keamanan. Vendor SaaS Anda dapat membuat Privat cloud hanya untuk perusahaan Anda di dalam firewall mereka. Mereka menyediakan  virtual private network ( VPN ) untuk keamanan tambahan.
  • Perusahaan Anda menawarkan layanan yang disesuaikan untuk pasar vertikal yang berbeda. Anda dapat menggunakan Public Cloud untuk berinteraksi dengan klien tetapi menyimpan data mereka dijamin dalam private cloud.
     Persyaratan manajemen Cloud Computing menjadi jauh lebih kompleks bila Anda perlu
     mengelola private, public, and traditional data centers bersama-sama. Anda harus menambahkan
     kemampuan untuk penyatuan environments ini.

5. Community Cloud

    Dalam model ini, sebuah infrastruktur cloud digunakan bersama-sama oleh beberapa organisasi yang
    memiliki kesamaan kepentingan. Misalnya dari sisi misi organisasi atau tingkat keamanan yang
    dibutuhkan. Jadi community cloud ini merupakan “pengembangan” terbatas dari privete cloud. 
    Dan sama juga dengan private cloud, infrastruktur cloud yang ada bisa dimanage oleh salah satu dari 

6. Model Cloud : Faktor internal dan eksternal
    
   Analisis Faktor Eksternal


       Analisis eksternal ini mempertimbangkan perkembangan makro ekonomi dan mikro  
       ekonomi, termasuk kondisi pasar, kompetitor, dan pelanggan.
           

     Analisa makro ekonomi
         o   Peluang marketing produk secara global sesuai dengan AFTA dan kebijakan pasar bebas.
         o   Regulasi terkait cloud computing yang masih belum selesai
         o   Reformasi birokrasi
         o   Penyederhanaan prosedur perijinan
         o   Stabilitas makro ekonomi Indonesia
         o   Iklim investasi yang kondusif


    Analisa mikro ekonomi

        o   Jumlah pengguna internet yang sangat besar dan gaya hidup masyarakat yang bergeser ke 
             arah information society membuat bisnis online shopping sangat menjanjikan (marketing mix)
        o   Kualitas sumber daya manusia
        o   Income per capita masyarakat Indonesia
        o   Kearifan lokal (local wisdom) dari tradisi dan budaya yang masih sangat melekat pada sebagian  
             masyarakat Indonesia dapat digunakan untuk merancang strategi marketing.



   Analisis Faktor Internal

       Meliputi analisis teknologi, spesifikasi pengembangan aplikasi, return on equity (Du Pont Analysis) 
       : “Pertambahan penetrasi internet 1% di negara berkembang akan berkolaborasi dengan pertambahan 
       Income per capita 10.5%” berdasarkan teori tersebut, return of equity dari investasi broadband 
       diperkirakan tidak akan memakan waktu lama.




7. Aspek Ilegal
    Pasal 26 ayat (1) UU ITE bahwa dalam pemanfaatan teknologi informasi, perlindungan data pribadi merupakan salah satu bagian dari hak pribadi (privacy rights). Hak pribadi mengandung pengertian sebagai berikut:

a. Hak pribadi merupakan hak untuk menikmati kehidupan pribadi dan bebas dari segala macam gangguan.

b. Hak pribadi merupakan hak untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain tanpa tindakan memata-matai.

c. Hak pribadi merupakan hak untuk mengawasi akses informasi tentang kehidupan pribadi dan data seseorang.

Menjawab pertanyaan Anda, mengacu pada hal-hal di atas, ini berarti seseorang yang mengakses e-mail yang merupakan hak pribadi orang lain tanpa izin dari orang yang bersangkutan dengan cara apapun merupakan pelanggaran hukum, khususnya pelanggaran hak pribadi, dengan catatan, pelanggaran hak itu bertujuan untuk mengganggu hak pribadi orang lain atau dengan maksud memata-matai.

Sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses e-mail milik orang lain dengan cara apapun, dengan tujuan untuk memperoleh informasi di dalamnya dan/atau melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan merupakan suatu perbuatan yang dilarang dalam Pasal 30 UU ITE.

Ancaman pidana bagi pihak yang melakukan perbuatan-perbuatan yang disebut Pasal 30 UU ITE di atas terkait illegal access berdasarkan Pasal 46 UU ITE adalah pidana penjara paling lama 6 hingga 8 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 600 – 800 juta.

sumber : 
http://konsepcloudcomputing.blogspot.co.id/2016/09/model-adopsi-bisnis-dan-aspek-legal.html 
http://hariskurnianggi.blogspot.co.id/