Senin, 21 November 2016

Aspek Sosial, Ekonomi, dan Politis dari Cloud Computing

Pertemuan 3 <konsep cloud computing>



Aspek Sosial, Ekonomi, dan Politis dari Cloud Computing

1.       Teknologi Informasi dan Implikasinya dalam Kehidupan Masyarakat

     Manusia memasuki tahapan baru dari masyarakat yang disebut masyarakat informasi. Masyarakat informasi (information society) adalah masyarakat yang melakukan kegiatan distribusi, penggunaan, dan manipulasi informasi dalam aktivitas Ekonomi, Politik, dan Budaya secara signifikan. Tujuannya untuk mendapatkan keuntungan kompetitif secara internasional melalui penggunaan Teknologi Informasi dengan cara kreatif dan produktif. Pengetahuan ekonomi adalah mitra dimana kekayaan diciptakan melalui eksploitasi pemahaman tentang Ekonomi. Orang-orang yang memiliki sarana dalam masyarakat tersebut disebut sebagai warga Digital.
     Manusia modern tak bisa lepas dari teknologi informasi dalam melakukan aktivitas sehari-hari, yang dilakukan melalui mailing list, email, serta berinteraksi dengan komunitas dunia maya. Jadi bisa dikatakan bahwa pengolahan informasi adalah inti dari kegiatan manusia modern dengan menggunakan teknologi baru. Hal ini memiliki implikasi pada segala aspek kehidupan masyarakat dan mengubah cara manusia modern dalam melakukan berbagai aktivitas di bidang Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, bahkan dalam memanfaatkan waktu luang untuk mengkonsumsi dan memproduksi informasi.
2.       Dimensi Etika

                banyak sekarang penggunaan komputer sudah di luar etika penggunaannya, misalnya: dengan   
          pemanfaatan teknologi komputer, dengan mudah seseorang dapat mengakses data dan informasi 
          dengan cara yang tidak sah. Adapula yang memanfaatkan teknologi komputer ini untuk melakukan 
          tindakan kriminal.

                 Hal-hal inilah yang kemudian memunculkan unsur etika sebagai faktor yang sangat penting 
           kaitannya dengan penggunaan sistem informasi berbasis komputer, mengingat salah satu penyebab 
           pentingnya etika adalah karena etika melingkupi wilayah – wilayah yang belum tercakup dalam 
           wilayah hukum. Faktor etika disini menyangkut identifikasi dan penghindaran terhadap unethical 
            behavior dalam penggunaan sistem informasi berbasis komputer
  
      Dengan menggunakan sistem informasi, penting untuk dipertanyakan, bagaimana tanggung jawab secara etis dan sosial dapat ditempatkan dengan memadai dalam pemanfaatan sistem informasi. Etika, sosial, dan politik merupakan tiga hal yang berhubungan dekat sekali. Permasalahan etika yang dihadapi dalam perkembangan sistem informasi manajemen umumnya tercermin di dalam lingkungan sosial dan politik.




Untuk dapat memahami lebih baik hubungan ketiga hal tersebut di dalam pemanfaatan sistem informasi, diidentifikasi  lima dimensi moral dari era informasi yang sedang berkembang ini, yaitu:

a.       Hak dan kewajiban informasi; apa hak informasi yang dimiliki oleh seorang individu atau  organisasi atas informasi? Apa yang dapat mereka lindungi? Kewajiban apa yang dibebankan kepada setiap individu dan organisasi berkenaan dengan informasi?
b.      Hak milik dan kewajiban; bagaimana hak milik intelektual dilindungi di dalam suatu masyarakat digital di mana sulit sekali untuk masalah kepemilikan ini ditrasir dan ditetapkan akuntabilitasnya, dan begitu mudahnya hak milik untuk diabaikan?
c.       Akuntabilitas dan pengendalian; siapa bertanggung jawab terhadap kemungkinan adanya gangguan-gangguan yang dialami individu, informasi, dan hak kepemilikan?
d.      Kualitas sistem; standar data dan kualitas sistem apa yang diinginkan untuk melindungi hak individu dan keselamatan masyarakat?
e.       Kualitas hidup; nilai apa yang harus dipertahankan di dalam suatu informasi dan masyarakat  berbasis pengetahuan? Lembaga apa yang harus ada untuk melindungi dari  kemungkinan terjadinya pelanggaran informasi? Nilai budaya dan praktik-praktik apa yang diperlukan di dalam era teknologi informasi yang baru?


3.      Aspek Sosial

Dalam aspek sosial ini terdapat dampak yang mempengaruhi perkembangan teknlologi informasi yaitu:

Dampak Positif :

1. Menjunjung tinggi pelaksanaan Hak Asasi Manusia (HAM).
2. Mengadakan pertukaran pelajar antar negara.
3. Adanya rasa solidaritas sosial yang tinggi antarbangsa di berbagai negara.
4. Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran.
5. Memacu untuk meningkatkan kualitas diri.

· Dampak Negatif :

1. Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD atau DVD.
2. Rasa kekeluargaan yang akan berkurang dengan adanya jiwa individualis.
3. Kesenjangan sosial semakin tajam.
4. Budaya-budaya tradisional kita akan tergeser oleh budaya negara lain.
5. Erosi nilai-nilai budaya.
6. Terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya berkembang menjadi budaya massa.

7. Mempercepat perubahan pola kehidupan bangsa.
8. Membuat sikap menutup diri dan berpikir sempit.
9. Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat.
10. Lenyapnya identitas kultural nasional dan lokal.
11. Kehilangan arah sebagai bangsa yang memiliki jati diri.
12. Hilangnya semangat nasionalisme dan patriotisme.
13. Cenderung pragmatisme dan maunya serba insta


4.      Aspek Politik

Dampak Positif Teknologi Informasi dalam Politik

· Kegiatan politik yang menggunakan teknologi informasi memiliki keuntungan yang sangat besar diantaranya :
1.      Demokratisasi
2.      Dampak ramah lingkungan
3.      Cepat, efisien, nyaman
4.      Politik Internasional yang lebih efektif dan efisien

· Dampak Negatif Teknologi Informasi dalam Politik

Walaupun penggunaan teknologi informasi dalam politik memberikan benefit yang sangat banyak, namun tetap ada dampak negatifnya, dalam segi:
·         Biaya
·         Jangkauan akses
·         Transparansi
·         Privasi

5.      Aspek Ekonomi

          Perkembangan teknologi dan komunikasi dapat mempengaruhi tingkat perekonomian suatu negara. Semakin tinggi perkembangan teknologi semakin tnggi pula tingkat perekonomian di negara tersebut. Tetapi perkembangan teknologi tidak hanya mengandung unsur positif, ada juga unsur negatif sehingga terdapat penyalahgunakan dalam penggunakan teknologi tersebut untuk melakukan tindak kriminal. Berikut dampak yang ditimbulkan adanya teknologi informasi

1.     Dampak positif
·       Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
·       Terjadinya industrialisasi
·       Produktifitas dunia industri semakin meningkat
Dengan adanya teknologi, kemampuan produktifitas dunia industri suatu negara akan meningkat baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis. Investasi dan reinvestasi yang akan berlangsung secara besar-besaran yang akan meningkatkan produktiitas dunia ekonomi.



2.     Dampak negatif
·       Di bidang teknologi akan terjadi penyalahgunaan dan penyimpangan funsi teknologi untuk melakukan sesuatu yang melanggar norma dan etika seperti halnya mengupload video porno dan melakukan penipuan melalui internet.
·       Kerahasiaan alat tes yang semakin terancam program intelegensi seperti tes Raven yang dapat diakses menggunakan compact disk ataupun yang lainnya. Implikasi dari masalah ini adalah tes psikologi yang dimunngkinkan mudah bocor dan pengembangannya harus berpacu pada kecepatan pembocoran melalui internet.
·         Penyalahgunakaan pengetahuan dan teknologi yang dilakukan oleh orang-orang tertentu untuk melakukan tindakan kriminal. Kemajuan teknologi berpengaruh pada kemajuan di bidang pendidikan yang juga mencetak generasi berpengetahuan tinggi tetapi memiliki moral yang rendah.


6.   Cloud Computing dan Green IT
Komputasi hijau (bahasa Inggris: green computing) adalah kajian dan praktik penggunaan sumber daya komputer secara efisien. Sasaran primer program-program tersebut adalah pencakupan TBL (triple bottom line: manusia, planet, laba), suatu pengembangan spektrum nilai dan kriteria untuk pengukuran kesuksesan organisasi. Sasarannya antara lain adalah untuk mengurangi penggunaan bahan-bahan berbahaya, memaksimalkan efisiensi energi selama umur produk, dan meningkatkan daur ulang serta biodegradasi bagi produk gagal dan limbah pabrik.
Sistem TI modern bergantung pada campuran rumit manusia, jaringan, serta perangkat keras. Karenanya, suatu prakarsa komputasi hijau harus bersifat sistematis dan ditujukan bagi masalah yang semakin rumit. Unsur-unsur dari solusinya dapat berupa kepuasan pengguna akhir, restrukturisasi manajemen, kepatuhan terhadap regulasi, pembuangan limbah elektronik, telecommuting, virtualisasi sumber daya server, penggunaan energi, solusi thin client, serta ROI (return on investment).


Kamis, 17 November 2016

Model Adopsi Bisnis dan Aspek Legal

PERTEMUAN KE 2
                                             

                                                      "Model Adopsi Bisnis dan Aspek Legal" 
Hasil gambar untuk Model Adopsi Bisnis dan Aspek Legal cloud computing

Sebelum membahas model adopsi bisnis dan aspek legal alangkah baiknya membahas beberapa aspek dari problem diatas ada beberapa aspek yang ada disini yang merupakan bagian dari adopsi bisnis dan aspek legal. berikut beberapa aspek yang merupakan model adopsi bisnis dan aspek legal

1. Layanan Cloud Computing
   Seperti halnya sebuah layanan, Cloud Computing biasanya juga memiiliki jenis layanan tertentu yang    
   dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan. Disini akan membahas mengenai jenis-jenis atau service model 
   dari layanan cloud secara umum.
   Layanan cloud sering dikategorikan ke dalam 3 model, yaitu:
  • Infrastructure-as-a-Service (IaaS)
  • Platform-as-a-Service (PaaS)
  • Software-as-a-Service (SaaS) 
a. Infrastructure-as-a-Service (IaaS)
   IaaS adalah sebuah model layanan dimana penyedia cloud menyediakan hardware / perangkat keras 
   (komputer server, penyimpanan data, jaringan, dll) untuk pelanggan. Manajemen perangkat keras  
   menjadi tanggung jawab penyedia layanan, dan pelanggan mengontrol operating system serta aplikasi   
   yang diinstal ke dalam server.

  Contoh: Penyedia layanan hosting (Neohoster, GoDaddy, dll), vCloud Express Services (misalnya 
  BlueLock, Hosting.Com, Melboure IT, Terremark), Private cloud yang di-deploy dan di-manage  
  oleh sebuah departemen IT sebagai layanan kepada bisnis unit lainnya (pelanggan di dalam 
  sebuah organisasi), Azure Service dengan VM Role.

b. Platform-as-a-Service (PaaS)
   PaaS adalah model layanan yang menyediakan semua hal yang dibutuhkan untuk mengembangkan / 
   develop sebuah aplikasi pada cloud. PaaS menawarkan fasilitas untuk mengembangkan, testing, 
   deployment, hingga maintenance aplikasi tanpa harus membeli infrastruktur dan software environment 
   (Operating System)

   Contoh: Windows Azure Platform, Google App Engine, VMforce.com
 
c. Software-as-a-Service (SaaS)
   SaaS adalah model layanan dimana pelanggan cloud menggunakan aplikasi yang sudah disediakan 
   dalam cloud. SaaS adalah bentuk cloud yang paling umum digunakan saat ini

   Contoh: Office 365, Salesforce.com, Hosted Exchange, Salesforce.com

2. Public Cloud   

    Public Cloud adalah layanan  infrastruktur yang disediakan off-site melalui Internet.
    Public Cloud ini menawarkan level yang tinggi dari efisiensi share resources.
    Namun, mereka juga lebih rentan dari pada private Cloud.
    Public Cloud adalah pilihan yang tepat dengan kondisi:
  • Beban kerja standar untuk aplikasi yang digunakan oleh banyak orang, seperti e -mail.
  • Anda perlu untuk menguji dan mengembangkan kode aplikasi.
  • Anda memiliki SaaS ( Software as a Service ) aplikasi dari vendor yang memiliki strategi keamanan yang diterapkan.
  • Anda perlu kapasitas tambahan (kemampuan untuk menambahkan kapasitas komputer untuk puncak kali).
  • Melakukan proyek kolaborasi.
  • Anda melakukan sebuah proyek pengembangan perangkat lunak ad- hoc menggunakan platform sebagai layanan ( PaaS ) yang menawarkan cloud.
    Banyak eksekutif departemen TI mengkhawatirkan keamanan Public Cloud dan kehandalannya.
    Luangkan waktu untuk memastikan bahwa Anda memiliki perencanaan yang baik untuk masalah
    keamanan, atau penghematan biaya jangka pendek, kareng jika tidak hal ini bisa berubah
    menjadi mimpi buruk jangka  panjang.

 3. Private Cloud
    
    Private Cloud adalah salah satu layanan di mana infrastruktur diselenggarakan di private network.
    Private Cloud ini menawarkan tingkat keamanan dan kontrol yang tinggi, tapi perusahaan harus tetap
    membeli dan memelihara software dan infrastuktur, yang mana hal itu bisa mengurangi biaya. Sebuah
    Private Cloud adalah pilihan yang tepat dengan kondisi:
  • Data dan aplikasi adalah bisnis Anda. Oleh karena itu , kontrol dan keamanan adalah hal yang terpenting.
  • Bisnis Anda adalah bagian dari sebuah industri yang harus sesuai dengan masalah keamanan dan privasi data yang ketat.
  • Perusahaan Anda cukup besar untuk menjalankan data center  cloud generasi selanjutnya  secara efisien dan efektif sendiri.
   Hal yang cukup rumit adalah, garis batas antara private and public Cloud yang masih belum jelas/kabur.
   Sebagai contoh, beberapa perusahaan public cloud kini menawarkan versi  privat cloud mereka.
   Beberapa perusahaan yang hanya menawarkan teknologi private cloud kini menawarkan versi public
   dari mereka dengan capabilities yang sama.

 4. Hybrid Cloud
 
     Hybrid Cloud mencakup berbagai pilihan public and private dengan beberapa penyedia.
     Dengan   menshare hal-hal di atas Hybrid Cloud, Anda menjaga setiap aspek di bisnis Anda dalam
     lingkungan yang seifisien mungkin. The downside adalah bahwa Anda harus mentrack berbagai
     platform security yang berbeda dan memastikan bahwa semua aspek dari bisnis Anda dapat
     terhubung satu sama lain. Berikut adalah beberapa situasi di mana lingkungan hybrid adalah pilihan
     yang terbaik.
  • Perusahaan Anda ingin menggunakan aplikasi SaaS tetapi mengkhawatirkan keamanan. Vendor SaaS Anda dapat membuat Privat cloud hanya untuk perusahaan Anda di dalam firewall mereka. Mereka menyediakan  virtual private network ( VPN ) untuk keamanan tambahan.
  • Perusahaan Anda menawarkan layanan yang disesuaikan untuk pasar vertikal yang berbeda. Anda dapat menggunakan Public Cloud untuk berinteraksi dengan klien tetapi menyimpan data mereka dijamin dalam private cloud.
     Persyaratan manajemen Cloud Computing menjadi jauh lebih kompleks bila Anda perlu
     mengelola private, public, and traditional data centers bersama-sama. Anda harus menambahkan
     kemampuan untuk penyatuan environments ini.

5. Community Cloud

    Dalam model ini, sebuah infrastruktur cloud digunakan bersama-sama oleh beberapa organisasi yang
    memiliki kesamaan kepentingan. Misalnya dari sisi misi organisasi atau tingkat keamanan yang
    dibutuhkan. Jadi community cloud ini merupakan “pengembangan” terbatas dari privete cloud. 
    Dan sama juga dengan private cloud, infrastruktur cloud yang ada bisa dimanage oleh salah satu dari 

6. Model Cloud : Faktor internal dan eksternal
    
   Analisis Faktor Eksternal


       Analisis eksternal ini mempertimbangkan perkembangan makro ekonomi dan mikro  
       ekonomi, termasuk kondisi pasar, kompetitor, dan pelanggan.
           

     Analisa makro ekonomi
         o   Peluang marketing produk secara global sesuai dengan AFTA dan kebijakan pasar bebas.
         o   Regulasi terkait cloud computing yang masih belum selesai
         o   Reformasi birokrasi
         o   Penyederhanaan prosedur perijinan
         o   Stabilitas makro ekonomi Indonesia
         o   Iklim investasi yang kondusif


    Analisa mikro ekonomi

        o   Jumlah pengguna internet yang sangat besar dan gaya hidup masyarakat yang bergeser ke 
             arah information society membuat bisnis online shopping sangat menjanjikan (marketing mix)
        o   Kualitas sumber daya manusia
        o   Income per capita masyarakat Indonesia
        o   Kearifan lokal (local wisdom) dari tradisi dan budaya yang masih sangat melekat pada sebagian  
             masyarakat Indonesia dapat digunakan untuk merancang strategi marketing.



   Analisis Faktor Internal

       Meliputi analisis teknologi, spesifikasi pengembangan aplikasi, return on equity (Du Pont Analysis) 
       : “Pertambahan penetrasi internet 1% di negara berkembang akan berkolaborasi dengan pertambahan 
       Income per capita 10.5%” berdasarkan teori tersebut, return of equity dari investasi broadband 
       diperkirakan tidak akan memakan waktu lama.




7. Aspek Ilegal
    Pasal 26 ayat (1) UU ITE bahwa dalam pemanfaatan teknologi informasi, perlindungan data pribadi merupakan salah satu bagian dari hak pribadi (privacy rights). Hak pribadi mengandung pengertian sebagai berikut:

a. Hak pribadi merupakan hak untuk menikmati kehidupan pribadi dan bebas dari segala macam gangguan.

b. Hak pribadi merupakan hak untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain tanpa tindakan memata-matai.

c. Hak pribadi merupakan hak untuk mengawasi akses informasi tentang kehidupan pribadi dan data seseorang.

Menjawab pertanyaan Anda, mengacu pada hal-hal di atas, ini berarti seseorang yang mengakses e-mail yang merupakan hak pribadi orang lain tanpa izin dari orang yang bersangkutan dengan cara apapun merupakan pelanggaran hukum, khususnya pelanggaran hak pribadi, dengan catatan, pelanggaran hak itu bertujuan untuk mengganggu hak pribadi orang lain atau dengan maksud memata-matai.

Sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses e-mail milik orang lain dengan cara apapun, dengan tujuan untuk memperoleh informasi di dalamnya dan/atau melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan merupakan suatu perbuatan yang dilarang dalam Pasal 30 UU ITE.

Ancaman pidana bagi pihak yang melakukan perbuatan-perbuatan yang disebut Pasal 30 UU ITE di atas terkait illegal access berdasarkan Pasal 46 UU ITE adalah pidana penjara paling lama 6 hingga 8 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 600 – 800 juta.

sumber : 
http://konsepcloudcomputing.blogspot.co.id/2016/09/model-adopsi-bisnis-dan-aspek-legal.html 
http://hariskurnianggi.blogspot.co.id/ 

 

Kamis, 29 September 2016

Pengenalan Cloud Computing

 PENGENALAN CLOUD COMPUTING


 

Jaman semakin berkembang, teknologi semakin maju kebutuhan untuk mengelola data semakin meningkat  maka dari itu manusia juga harus mengikuti perkembangan tersebut salah satunya yang akan saya sampaikan adalah cloud computing. Apa itu cloud computing atau komputasi awan? adalah teknologi  gabungan pemanfaatan teknologi komputer termasuk segala elemen yang berada didalamnya dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (inilah yang disebut awan) yang berfungsi untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer- komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama. 
Untuk lebih jelasnya anda dapat mengunjungi link ini:https://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan
1.       Utility Computing
Utility computing adalah suatu model bisnis penyediaan aplikasi sumber daya infrastruktur IT kuhususnya berkaitan dengan ‘price model”, yaitu kesesuaian ukuran, besar data yang dipesan. Utility computing sering menggunakan infrastuktur cloud computing tetapi tidak harus utility computing  dapat mengadopsi price model dari yang lain.

2.       Service Orientation
 Service Oriented Architecture (SOA)
 SOA adalah sebuah bentuk arsitektur yang menerapkan konsep service-oriented (berorientasi  
 service).  Pendekatan SOA adalah pendekatan penyelesaian masalah yang besar dengan membagi- 
 baginya menjadi beberapa service. Service tersebut dapat berdiri sendiri atau dihubungkan dengan 
 service-service yang lain. Arsitektur yang berdasarkan SOA memiliki fleksibilitas yang tinggi dan 
 tidak bergantung pada teknologi(dari sisi sebuah prangkat)  sehingga memungkinkan peningkatan 
 kinerja dari suatu sistem.

 Dalam implementasi SOA, konsep service-oriented diimplementasikan dalam sebuah layer di antara  
 business process layer dan application layer yang mana keduanya merupakan bagian dari enterprise 
 logic yang diberi nama service interface layer.
 Teknologi cloud computing dapat dikombinasikan dengan baik dengan SOA sehingga mampu  
 menghasilkan solusi alternatif untuk membangun sistem dan teknologi informasi di suatu enterprise.  
 Cloud computing mampu memberikan dukungan ke SOA berupa desain layanan dan kemampuan 
 memperluas layanan. Sedangkan SOA mampu memberi dukungan ke cloud computing berupa tata 
 kelola layanan dan memberikan dorongan dari arsitektur.
Metodologi ini sangat sesuai untuk Service Oriented Cloud dan telah berkembang untuk memandu di berbagai bidang seperti:
1.      Kriteria keputusan di penggunaan Cloud
2.      Cloud klasifikasi layanan
3.      Keamanan dan risiko pemodelan untuk awan
4.      pengembangan kebijakan
5.      Cloud mempetimbangkan pemodelan untuk semua pandangan arsitektur (bisnis, spesifikasi, implementasi)

3.       Grid Computing
Grid Computing adalah penggunaan sumber daya yang melibatkan banyak komputer yang letaknya  
terpisah secara geografis  dan  saling terhubung melalui jalur komunikasi untuk memecahkan persoalan komputasi skala besar. Dengan kata lain konsep Grid Computing adalah komputasi parallel dengan infrastruktur perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat menyediakan akses yang bisa diandalkan, konsisten, tahan lama dan tidak mahal terhadap kemampuan komputasi mutakhir yang tersedia.

  Grid Computing adalah suatu istilah yang dipakai untuk menggambarkan satu dari  dua sub-kategori 
  besar yang terkait dengan distributed computing :
1.   Komputasi online  atau “storage offered as a service” yang didukung oleh sebuah kumpulan sumber daya ‘distributed computing’ atau yang dikenal dengan Utility Computing, on-demand computing. Data grid menyediakan ‘controlled sharing and management’ dari sejumlah besar data yang terdistribusi, sering digunakan dalam kombinasi dengan komputasi grid.
2.     Pembentukan sebuah "superkomputer virtual" yang terdiri dari jaringan komputer loosely-coupled, bertindak dalam memandu untuk melakukan tugas yang sangat besar. Teknologi ini telah diterapkan untuk masalah ilmiah, matematika, dan akademis komputasi-intensif melalui komputasi relawan, dan digunakan di perusahaan-perusahaan komersial untuk aplikasi yang beragam seperti penemuan obat, peramalan ekonomi, analisis seismik, dan back-office pengolahan data untuk mendukung e-commerce dan layanan web.

4.       Virtualisasi
        Komputasi awan tersedia berkat adanya teknologi virtualisasi yang mendukung abtraksi hardware.  
        Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah:

       Pada model tradisional, satu server bertugas untuk satu kegiatan: 

    Tetapi ada 2 masalah untuk model diatas :
  1. Jika user yang mengakses server semakin banyak, terpaksa diganti dengan yang lebih kuat.  Proses migrasi server lama ke server baru mengakibatkan downtime.
  2. Masalah kedua adalah server underutilization, umumnya server hanya mencapai 100% utilization pada kondisi tertentu. Pada hari lainnya bahkan hanya mencapai 15% sisanya sebenarnya adalah pemborosan. Terkadang underutilization sengaja diadakan agar jika terjadi lonjakan permintaan dimasa depan dapat ditangani oleh server sekarang.
     Dengan teknologi virtualisasi, masalah diatas bisa ditutup dengan cara membuat abstraksi dari 
     infrastruktur dibawahnya. Pada gambar dibawah terlihat ada dua keuntungan :
  1. satu server fisik dapat menjadi beberapa server logical sehingga resource yang underutilized berkurang (penghematan biaya)
  2. satu server logical dapat dilayani lebih dari satu server fisik (jika server tersebut heavy load). Keuntungannya adalah kenaikan kapasitas dapat bertahap sesuai kebutuhan dan adanya kemungkinan mirroring. (membeli kapasitas sesuai kebutuhan).
Client mengetahui bahwa ada 5 server, tetapi secara fisik sebenarnya cuma ada 3 server.
    Sebagai catatan akhir, selama mendalami tentang komputasi awan, kalian akan sering menemui istilah   
   HYPERVISOR. Pengertian Hypervisor adalah sebuah teknik virtualisasi hardware yang membuat 
   beberapa operating system bisa berjalan dalam satu mesin. (http://en.wikipedia.org/wiki/hypervisor)


5.       Automic Computing

      Komputasi autonomic adalah simbol dari suatu bentuk hierarki yang luas dan agak rumit alami adalah
      bentuk dari self- governing sistem, yang terdiri dari berbagai interaksi.
      komputasi autonomic merupakan tantangan besar yang harus dilewati satu organisasi. Realisasinya
      akan mengambil tentu dalam jangka panjang, upaya uang telah dilakukan di seluruh dunia oleh para
      peneliti dalam keragaman bidang. Langkah pertama yang diperlukan dalam pengujian: apa sistem
      komputasi autonomic mungkin terlihat seperti, bagaimana autonomic bisa berfungsi, dan apa kendala
      peneliti akan menghadapi dalam merancang dan memahami perilaku komputasi autnomic.
      Dalam penerapan komputasi atonomic ada beberapa pertanyaan penelitian:
  1. Bagaimana komputasi autonomic berfungsi?
  2. Bagaiman disain artsitektur komputasi autonomic baik?
  3. Bagaiman Tantangan Ilmiah terhadap komputasi autonomic?
    Kesulitan mengelola sistem komputasi saat ini tidak bisa dikelola software itu sendiri. Kebutuhan 
    untuk mengintegrasikan lingkungan heterogen beberapa ke perusahaan besar yang mempunyai sistem 
    komputasi, dan sudah tidak ada batas dengan pengunaan perusahaan ke Internet, memperkenalkan 
    tingkat baru kerumitan. Sistem komputasi kompleksitas tampaknya mendekati batas kemampuan 
    manusia, namun perjalanan menuju konektivitas meningkat dan integrasi untuk masa depan berlanjut.
    Penenlitian bertujuan untuk merealisasikan visi komputasi autonomic.
 
   Komputasi autonomic merupakan tatangan bagi para pakar dan ilmuan untuk mewujudkan sebuah 
   sistem autonomic. Perjalanan menuju komputasi sepenuhnya autonomic akan memakan waktu 
   bertahun-tahun, tetapi ada beberapa tonggak penting dan berharga di rentang waktu tersebut. Pada 
   awalnya, fungsi otomatis hanya akan mengumpulkan dan informasi agregat untuk mendukung 
   keputusan administrator. Administrator dan pengguna akan mendapat kemudahan dengan adanya 
   komputasi autonomic.

 Self-management
  Inti dari sistem komputasi autonomic adalah self-management, maksud adalah sistem yang mampu  
  memanejemen diri sendiri tanpa bantuan administrator, meliputi rincian sistem operasi dan pemeliharaan 
  dan menyediakan keperluan pengguna yang berjalan pada kinerja puncak 7 hari dalam seminggu 24 jam 
  dalam sehari.

Self-configuration
  Instalasi, konfigurasi, dan mengintektrasikan aplikasi yang besar membutuhkan waktu dan rawan  
  dengan kesalahan. Penambahan perangkat keras seperti server, router serta vendor harware yang 
  berbeda membutuhkan konfigurasi tersendiri yang cukup rumit.
  Sistem autonomic akan mengkonfigurasi dirinya sendiri secara otomatis sesuai dengan tingkat kebijakan 
  mewakili tingkat dari tujuan pengunaaan.

Self-optimation
  Sistem autonomic akan terus mencari cara untuk meningkatkan kinerja sistem, mengidentifikasi dan   
  melihat kemungkinan untuk membuat sistema lebih efisien dalam kinerjanya. Sama seperti otot manusia 
  akan menjadi lebih kuat melalui olahraga, dan sistem akan memodifikasi sirkuit selama pembelajaran, 
  sistem autonomic akan memonitor, bereksperimen dengan, dan parameter mereka sendiri
  dan akan belajar untuk membuat pilihan yang tepat, serta menjaga fungsi atau sumber. autonomic 
  secara proaktif akan berusaha untuk meng-upgrade fungsi mereka dengan mencari, memverifikasi, dan 
  menerapkan update terbaru.
  
Self-healing
  Sistem komputasi autonomic akan mendeteksi, mendiagnosa, dan memperbaiki masalah-masalah lokal  
  yang dihasilkan dari bug atau kegagalan dalam perangkat lunak dan perangkat keras, mungkin melalui 
  tester regresi. Menggunakan pengetahuan tentang konfigurasi sistem, diagnosis masalah dan akan 
  menganalisa informasi dari file log, mungkin dilengkapi dengan data dari monitor tambahan yang telah 
  diminta. Sistem kemudian akan mencocokan dengan diagnosis terhadap patch perangkat lunak yang    
  dikenal (atau mengingatkan programmer manusia) , menginstal patch yang sesuai, dan tes ulang.

Self-protection
  Sistem otonom akan melindungi diri dalam dua pengertian. Mereka akan mempertahankan sistem secara 
  keseluruhan, masalahtimbul berkorelasi dari serangan berbahaya atau kegagalan Cascading yang tetap 
 dikoreksi oleh self-healing. Autnomic juga akan mengantisipasi masalah berdasarkan laporan awal dari 
 sensor dan mengambil langkah-langkah untuk menghindari atau mengurangi masalah tersebut.


6.       Model Layanan Cloud Computing
       
        Layanan cloud computing dibagi menjadi 3 bagian yang masing-masing memiliki kriteria tersendiri. 
        Ketiga bagian tersebut dibagi berdasarkan apa yang dijadikan sebagai layanan. Adapun ketiga 
        layanan tersebut adalah:

Hasil gambar untuk model layanan cloud computing       
        Infrastructure as a Service (IaaS)
        IaaS adalah sebuah model layanan dimana penyedia cloud menyediakan hardware / perangkat
        keras (komputer server, penyimpanan data, jaringan, dll) untuk pelanggan. Manajemen perangkat
        keras menjadi tanggung jawab penyedia layanan, dan pelanggan mengontrol operating system serta
        aplikasi yang diinstal ke dalam server.

       Beberapa contoh layanan IaaS:

  •  Amazon EC2
  •  Windows Azure
  •  RackSpace Cloud
  •  NaviSite
  •  AT & T Cloud Solutions
      Platform as a Service (PaaS)
      PaaS adalah model layanan yang menyediakan semua hal yang dibutuhkan untuk mengembangkan /
      develop sebuah aplikasi pada cloud. PaaS menawarkan fasilitas untuk mengembangkan, testing,
      deployment, hingga maintenance aplikasi tanpa harus membeli infrastruktur dan software
      environment (Operating System).

      Beberapa contoh layanan PaaS:

  • Amazon Web Service
  • Windows Azure
  • GoogleApp Engin
     Software as a Service (SaaS)
     SaaS adalah model layanan dimana pelanggan cloud menggunakan aplikasi yang sudah disediakan
     dalam cloud. SaaS adalah bentuk cloud yang paling umum digunakan saat ini.

     Beberapa contoh layanan SaaS:

  • Office365
  • GoogleDocs
  • Adobe Creative Cloud
  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail
7.      Definisi Cloud Computing Menurut Para Ahli
       
        Definisi Cloud Computing di Wikipedia dan Menurut Para Ahli
  • Wikipedia.  Di dalam halaman khusus mengenai cloud computing di Wikipedia, kita bisa menemukan definisi sebagai berikut: “komputasi berbasis Internet, ketika banyak server digunakan bersama untuk menyediakan sumber daya, perangkat lunak dan data pada komputer atau perangkat lain pada saat dibutuhkan, sama seperti jaringan listrik”.  
  • Gartner memberi definisi seperti ini: “sebuah cara komputasi ketika layanan berbasis TI yang mudah dikembangkan dan lentur disediakan sebagai sebuah layanan untuk pelanggan menggunakan teknologi Internet.” 
  • Forester agak berbeda definisinya dengan memasukkan unsur layanan gratis dan berbayar seperti ini:  “standar kemampuan TI, seperti perangkat lunak, platform aplikasi, atau infrastruktur, yang disediakan menggunakan teknologi Internet dengan cara swalayan dan bayar-per-pemakaian.”
  • IEEE Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain."
8.       Model Development Cloud Computing

         Cloud computing memiliki 4 model deployment:
  • Public cloud
          Public cloud adalah layanan cloud computing yang disediakan untuk masyarakat umum yang
          disediakan oleh sebuah organisasi yang menyediakan cloud servis. Sebagai user kita hanya perlu
          mendaftar dan membayar pay per use (ada yang gratis juga) untuk menikmati layanannya.

           Contoh Public cloud gratis : Facebook, twitter, Windows Live Mail, Gmail, dan beberapa free
           cloud storage lainnya. Contoh Public Cloud berbayar : Office 365, Windows Azure, Amazon
           EC2, dll.
  • Private cloud
          Private cloud adalah layanan cloud computing yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan
          internal dari sebuah organisasi/perusahaan. Misalnya dalam sebuah perusahaan bagian ITnya
          sebagai Service Provider dan komputer-komputer lainnya di satu perusahaan tersebut sebagai
          clientnya, tipe cloud ini biasanya memakai jaringan internet lokal (intranet).
          Contoh dalam PaaS    : sistem OS dan database internal
          Contoh dalam SaaS    : Sharepoint, Exchanger, dan SQL server untuk keperluan internal.
          Contoh dalam IaaS     : virtual machine yang bisa diminta sesuai dengan kebutuhan internal.
http://www.purwadhikapress.com/wp-content/uploads/2013/04/public-and-private-cloud.jpg

  • Hybrid cloud
          Hybrid cloud adalah gabungan dari layanan public cloud dan private cloud yang tiap cloudnya
          tetap mempertahankan identitas unik mereka, tetapi berkombinasi menjadi satu unit.

          Contoh:
          Perusahaan A menyewa layanan Windows Azure (Public cloud) sebagai “rumah” yang dipakai
          untuk aplikasi yang mereka buat, tapi aturan tidak memperbolehkan data nasabah ditempatkan di
          pihak ketiga jadi perusahaan A menyimpan data nasabah tersebut di database internal mereka
          sendiri (private cloud).
  • Community cloud
          Community cloud adalah gabungan organisasi yang membangun cloud yang mempunyai concern
          yang sama. Model ini sangat cocok untuk sebuah institusi yang terdiri dari banyak departemen
          seperti pemerintahan dsb.

9.       Perspektif Bisnis
  • Investasi di awal hampir mendekati nol, hal ini disebabkan karena biaya pemakaian disesuaikan dengan penggunaan layanan cloud
  • Infrastruktur siap pakai, sehingga dapat menghindari resiko pembangunan infrastruktur, meningkatkan ketangkasan, dan mengurangi biaya operasional
  • Penggunaan sumber daya menjadi lebih efisien, karena aplikasi dipanggil melalui request sesuai dengan permintaan
  • Biaya berbasis penggunaan, sehingga besar kecilnya biaya yang dikeluarkan sesuai dengan besar kecilnya penggunaan dari konsumen/pengguna akhir
  • Mengurangi waktu pemasaran
10.    Isu Terkait Dengan Cloud computing
 
       Isu keamanan dan privasi menjadi isu utama di dalam teknologi cloud computing saat ini.
       Penggunaan resource secara bersama berdampak dengan rentannya suatu data dan informasi
       tersebut bocor dan disalahgunakan oleh pihak lain yang tidak seharusnya memiliki informasi
       tersebut. Ancaman privasi data dapat berasal dari pihak internal (penyedia layanan, pengguna dalam
       perusahaan), dan kebocoran data bisa terjadi karena kegagalan hak akses keamanan di beberapa
       domain.

       Privasi merupakan suatu hal yang sangat penting baik bagi individu maupun lembaga atau instansi
       untuk berhadapan dan berinteraksi dengan individu lain atau lembaga lain. Salah dalam
       menyampaikan informasi yang memiliki kemungkinan bernilai confidential, classified dan rahasia
       tidak dapat dipungkiri akan menyebabkan kerugian baik material maupun non material.

      Beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya pencurian data ini telah dilakukan khususnya dari sisi
     teknologi. Berbagai macam teknologi menawarkan berbagai model, algoritma, hingga model data untuk meningkatkan keamanan privasi data pada cloud computing. Beberapa teknologi tersebut yang dibahas pada laporan ini adalah cloud intelligent track dan privacy as a service (PaaS).


      
Sumber :