Pertemuan 3 <konsep cloud computing>
“Aspek Sosial,
Ekonomi, dan Politis dari Cloud Computing”
1.
Teknologi Informasi dan
Implikasinya dalam Kehidupan Masyarakat
Manusia
memasuki tahapan baru dari masyarakat yang disebut masyarakat informasi. Masyarakat informasi (information society)
adalah masyarakat yang melakukan kegiatan distribusi, penggunaan, dan
manipulasi informasi dalam aktivitas Ekonomi,
Politik,
dan Budaya
secara signifikan. Tujuannya untuk mendapatkan keuntungan kompetitif secara
internasional melalui penggunaan Teknologi Informasi dengan cara kreatif dan
produktif. Pengetahuan ekonomi adalah mitra dimana kekayaan diciptakan melalui
eksploitasi pemahaman tentang Ekonomi. Orang-orang yang memiliki sarana dalam masyarakat
tersebut disebut sebagai warga Digital.
Manusia modern tak bisa lepas dari
teknologi informasi dalam melakukan aktivitas sehari-hari, yang dilakukan
melalui mailing list, email, serta berinteraksi dengan komunitas
dunia maya. Jadi bisa dikatakan bahwa pengolahan informasi adalah inti dari
kegiatan manusia modern dengan menggunakan teknologi baru. Hal ini memiliki
implikasi pada segala aspek kehidupan masyarakat dan mengubah cara manusia
modern dalam melakukan berbagai aktivitas di bidang Ekonomi,
Pendidikan,
Kesehatan,
bahkan dalam memanfaatkan waktu luang untuk mengkonsumsi dan memproduksi
informasi.
2.
Dimensi Etika
banyak sekarang penggunaan komputer sudah di luar etika penggunaannya,
misalnya: dengan
pemanfaatan teknologi komputer, dengan mudah seseorang dapat
mengakses data dan informasi
dengan cara yang tidak sah. Adapula yang
memanfaatkan teknologi komputer ini untuk melakukan
tindakan kriminal.
Hal-hal inilah yang kemudian memunculkan unsur etika sebagai faktor yang
sangat penting
kaitannya dengan penggunaan sistem informasi berbasis komputer,
mengingat salah satu penyebab
pentingnya etika adalah karena etika melingkupi
wilayah – wilayah yang belum tercakup dalam
wilayah hukum. Faktor etika disini
menyangkut identifikasi dan penghindaran terhadap unethical
behavior dalam penggunaan sistem informasi berbasis komputer
Dengan
menggunakan sistem informasi, penting untuk dipertanyakan, bagaimana tanggung
jawab secara etis dan sosial dapat ditempatkan dengan memadai dalam pemanfaatan
sistem informasi. Etika, sosial, dan politik merupakan tiga hal yang
berhubungan dekat sekali. Permasalahan etika yang dihadapi dalam perkembangan
sistem informasi manajemen umumnya tercermin di dalam lingkungan sosial dan
politik.
Untuk dapat memahami lebih baik
hubungan ketiga hal tersebut di dalam pemanfaatan sistem informasi,
diidentifikasi lima dimensi moral dari
era informasi yang sedang berkembang ini, yaitu:
a.
Hak dan
kewajiban informasi; apa hak informasi yang dimiliki oleh seorang individu atau organisasi atas informasi? Apa yang dapat mereka lindungi? Kewajiban apa yang
dibebankan kepada setiap individu dan organisasi berkenaan dengan informasi?
b.
Hak milik
dan kewajiban; bagaimana hak milik intelektual dilindungi di dalam suatu
masyarakat digital di mana sulit sekali untuk masalah kepemilikan ini ditrasir
dan ditetapkan akuntabilitasnya, dan begitu mudahnya hak milik untuk diabaikan?
c.
Akuntabilitas
dan pengendalian; siapa bertanggung jawab terhadap kemungkinan adanya
gangguan-gangguan yang dialami individu, informasi, dan hak kepemilikan?
d.
Kualitas
sistem; standar data dan kualitas sistem apa yang diinginkan untuk melindungi
hak individu dan keselamatan masyarakat?
e.
Kualitas
hidup; nilai apa yang harus dipertahankan di dalam suatu informasi dan
masyarakat berbasis pengetahuan? Lembaga
apa yang harus ada untuk melindungi dari
kemungkinan terjadinya pelanggaran informasi? Nilai budaya dan
praktik-praktik apa yang diperlukan di dalam era teknologi informasi yang baru?
3.
Aspek Sosial
Dalam aspek sosial
ini terdapat dampak yang mempengaruhi perkembangan teknlologi informasi yaitu:
Dampak Positif :
1. Menjunjung tinggi pelaksanaan Hak Asasi Manusia (HAM).
2. Mengadakan pertukaran pelajar antar negara.
3. Adanya rasa solidaritas sosial yang tinggi antarbangsa di berbagai negara.
4. Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran.
5. Memacu untuk meningkatkan kualitas diri.
· Dampak Negatif :
1. Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD atau DVD.
2. Rasa kekeluargaan yang akan berkurang dengan adanya jiwa individualis.
3. Kesenjangan sosial semakin tajam.
4. Budaya-budaya tradisional kita akan tergeser oleh budaya negara lain.
5. Erosi nilai-nilai budaya.
6. Terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya berkembang menjadi budaya massa.
7. Mempercepat perubahan pola kehidupan bangsa.
8. Membuat sikap menutup diri dan berpikir sempit.
9. Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat.
10. Lenyapnya identitas kultural nasional dan lokal.
11. Kehilangan arah sebagai bangsa yang memiliki jati diri.
12. Hilangnya semangat nasionalisme dan patriotisme.
13. Cenderung pragmatisme dan maunya serba insta
1. Menjunjung tinggi pelaksanaan Hak Asasi Manusia (HAM).
2. Mengadakan pertukaran pelajar antar negara.
3. Adanya rasa solidaritas sosial yang tinggi antarbangsa di berbagai negara.
4. Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran.
5. Memacu untuk meningkatkan kualitas diri.
· Dampak Negatif :
1. Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD atau DVD.
2. Rasa kekeluargaan yang akan berkurang dengan adanya jiwa individualis.
3. Kesenjangan sosial semakin tajam.
4. Budaya-budaya tradisional kita akan tergeser oleh budaya negara lain.
5. Erosi nilai-nilai budaya.
6. Terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya berkembang menjadi budaya massa.
7. Mempercepat perubahan pola kehidupan bangsa.
8. Membuat sikap menutup diri dan berpikir sempit.
9. Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat.
10. Lenyapnya identitas kultural nasional dan lokal.
11. Kehilangan arah sebagai bangsa yang memiliki jati diri.
12. Hilangnya semangat nasionalisme dan patriotisme.
13. Cenderung pragmatisme dan maunya serba insta
Sumber:
http://konsepcloudcomputing.blogspot.co.id/2016/10/aspek-sosial-ekonomi-dan-politis-dari.html
4.
Aspek Politik
Dampak Positif Teknologi Informasi
dalam Politik
· Kegiatan politik yang menggunakan teknologi informasi memiliki keuntungan yang sangat besar diantaranya :
· Kegiatan politik yang menggunakan teknologi informasi memiliki keuntungan yang sangat besar diantaranya :
1. Demokratisasi
2. Dampak ramah lingkungan
3. Cepat, efisien, nyaman
4. Politik Internasional yang lebih
efektif dan efisien
· Dampak Negatif Teknologi Informasi dalam Politik
Walaupun penggunaan teknologi informasi dalam politik memberikan benefit yang sangat banyak, namun tetap ada dampak negatifnya, dalam segi:
·
Biaya
·
Jangkauan
akses
·
Transparansi
·
Privasi
5.
Aspek Ekonomi
Perkembangan teknologi dan komunikasi dapat
mempengaruhi tingkat perekonomian suatu negara. Semakin tinggi perkembangan
teknologi semakin tnggi pula tingkat perekonomian di negara tersebut. Tetapi
perkembangan teknologi tidak hanya mengandung unsur positif, ada juga unsur
negatif sehingga terdapat penyalahgunakan dalam penggunakan teknologi tersebut
untuk melakukan tindak kriminal. Berikut dampak yang ditimbulkan adanya
teknologi informasi
1. Dampak
positif
·
Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
·
Terjadinya industrialisasi
·
Produktifitas dunia industri semakin meningkat
Dengan adanya teknologi, kemampuan produktifitas dunia industri suatu
negara akan meningkat baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek
jenis. Investasi dan reinvestasi yang akan berlangsung secara besar-besaran
yang akan meningkatkan produktiitas dunia ekonomi.
2. Dampak
negatif
·
Di bidang teknologi akan terjadi penyalahgunaan dan
penyimpangan funsi teknologi untuk melakukan sesuatu yang melanggar norma dan
etika seperti halnya mengupload video porno dan melakukan penipuan melalui
internet.
·
Kerahasiaan alat tes yang semakin terancam program
intelegensi seperti tes Raven yang dapat diakses menggunakan compact disk
ataupun yang lainnya. Implikasi dari masalah ini adalah tes psikologi yang
dimunngkinkan mudah bocor dan pengembangannya harus berpacu pada kecepatan
pembocoran melalui internet.
·
Penyalahgunakaan pengetahuan dan teknologi yang
dilakukan oleh orang-orang tertentu untuk melakukan tindakan kriminal. Kemajuan
teknologi berpengaruh pada kemajuan di bidang pendidikan yang juga mencetak
generasi berpengetahuan tinggi tetapi memiliki moral yang rendah.
6. Cloud Computing dan Green IT
Komputasi hijau (bahasa
Inggris: green computing) adalah kajian dan praktik
penggunaan sumber daya komputer secara efisien. Sasaran primer program-program
tersebut adalah pencakupan TBL (triple bottom line: manusia,
planet, laba), suatu pengembangan spektrum nilai dan kriteria untuk pengukuran
kesuksesan organisasi.
Sasarannya antara lain adalah untuk mengurangi penggunaan bahan-bahan
berbahaya, memaksimalkan efisiensi energi
selama umur produk, dan meningkatkan daur ulang
serta biodegradasi
bagi produk gagal dan limbah pabrik.
Sistem TI modern bergantung pada campuran rumit
manusia, jaringan, serta perangkat keras. Karenanya, suatu prakarsa komputasi
hijau harus bersifat sistematis dan ditujukan bagi masalah yang semakin rumit.
Unsur-unsur dari solusinya dapat berupa kepuasan pengguna akhir, restrukturisasi
manajemen, kepatuhan
terhadap regulasi, pembuangan limbah elektronik, telecommuting,
virtualisasi sumber daya server, penggunaan energi, solusi thin client,
serta ROI
(return on investment).
