Kamis, 29 September 2016

Pengenalan Cloud Computing

 PENGENALAN CLOUD COMPUTING


 

Jaman semakin berkembang, teknologi semakin maju kebutuhan untuk mengelola data semakin meningkat  maka dari itu manusia juga harus mengikuti perkembangan tersebut salah satunya yang akan saya sampaikan adalah cloud computing. Apa itu cloud computing atau komputasi awan? adalah teknologi  gabungan pemanfaatan teknologi komputer termasuk segala elemen yang berada didalamnya dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (inilah yang disebut awan) yang berfungsi untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer- komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama. 
Untuk lebih jelasnya anda dapat mengunjungi link ini:https://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan
1.       Utility Computing
Utility computing adalah suatu model bisnis penyediaan aplikasi sumber daya infrastruktur IT kuhususnya berkaitan dengan ‘price model”, yaitu kesesuaian ukuran, besar data yang dipesan. Utility computing sering menggunakan infrastuktur cloud computing tetapi tidak harus utility computing  dapat mengadopsi price model dari yang lain.

2.       Service Orientation
 Service Oriented Architecture (SOA)
 SOA adalah sebuah bentuk arsitektur yang menerapkan konsep service-oriented (berorientasi  
 service).  Pendekatan SOA adalah pendekatan penyelesaian masalah yang besar dengan membagi- 
 baginya menjadi beberapa service. Service tersebut dapat berdiri sendiri atau dihubungkan dengan 
 service-service yang lain. Arsitektur yang berdasarkan SOA memiliki fleksibilitas yang tinggi dan 
 tidak bergantung pada teknologi(dari sisi sebuah prangkat)  sehingga memungkinkan peningkatan 
 kinerja dari suatu sistem.

 Dalam implementasi SOA, konsep service-oriented diimplementasikan dalam sebuah layer di antara  
 business process layer dan application layer yang mana keduanya merupakan bagian dari enterprise 
 logic yang diberi nama service interface layer.
 Teknologi cloud computing dapat dikombinasikan dengan baik dengan SOA sehingga mampu  
 menghasilkan solusi alternatif untuk membangun sistem dan teknologi informasi di suatu enterprise.  
 Cloud computing mampu memberikan dukungan ke SOA berupa desain layanan dan kemampuan 
 memperluas layanan. Sedangkan SOA mampu memberi dukungan ke cloud computing berupa tata 
 kelola layanan dan memberikan dorongan dari arsitektur.
Metodologi ini sangat sesuai untuk Service Oriented Cloud dan telah berkembang untuk memandu di berbagai bidang seperti:
1.      Kriteria keputusan di penggunaan Cloud
2.      Cloud klasifikasi layanan
3.      Keamanan dan risiko pemodelan untuk awan
4.      pengembangan kebijakan
5.      Cloud mempetimbangkan pemodelan untuk semua pandangan arsitektur (bisnis, spesifikasi, implementasi)

3.       Grid Computing
Grid Computing adalah penggunaan sumber daya yang melibatkan banyak komputer yang letaknya  
terpisah secara geografis  dan  saling terhubung melalui jalur komunikasi untuk memecahkan persoalan komputasi skala besar. Dengan kata lain konsep Grid Computing adalah komputasi parallel dengan infrastruktur perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat menyediakan akses yang bisa diandalkan, konsisten, tahan lama dan tidak mahal terhadap kemampuan komputasi mutakhir yang tersedia.

  Grid Computing adalah suatu istilah yang dipakai untuk menggambarkan satu dari  dua sub-kategori 
  besar yang terkait dengan distributed computing :
1.   Komputasi online  atau “storage offered as a service” yang didukung oleh sebuah kumpulan sumber daya ‘distributed computing’ atau yang dikenal dengan Utility Computing, on-demand computing. Data grid menyediakan ‘controlled sharing and management’ dari sejumlah besar data yang terdistribusi, sering digunakan dalam kombinasi dengan komputasi grid.
2.     Pembentukan sebuah "superkomputer virtual" yang terdiri dari jaringan komputer loosely-coupled, bertindak dalam memandu untuk melakukan tugas yang sangat besar. Teknologi ini telah diterapkan untuk masalah ilmiah, matematika, dan akademis komputasi-intensif melalui komputasi relawan, dan digunakan di perusahaan-perusahaan komersial untuk aplikasi yang beragam seperti penemuan obat, peramalan ekonomi, analisis seismik, dan back-office pengolahan data untuk mendukung e-commerce dan layanan web.

4.       Virtualisasi
        Komputasi awan tersedia berkat adanya teknologi virtualisasi yang mendukung abtraksi hardware.  
        Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah:

       Pada model tradisional, satu server bertugas untuk satu kegiatan: 

    Tetapi ada 2 masalah untuk model diatas :
  1. Jika user yang mengakses server semakin banyak, terpaksa diganti dengan yang lebih kuat.  Proses migrasi server lama ke server baru mengakibatkan downtime.
  2. Masalah kedua adalah server underutilization, umumnya server hanya mencapai 100% utilization pada kondisi tertentu. Pada hari lainnya bahkan hanya mencapai 15% sisanya sebenarnya adalah pemborosan. Terkadang underutilization sengaja diadakan agar jika terjadi lonjakan permintaan dimasa depan dapat ditangani oleh server sekarang.
     Dengan teknologi virtualisasi, masalah diatas bisa ditutup dengan cara membuat abstraksi dari 
     infrastruktur dibawahnya. Pada gambar dibawah terlihat ada dua keuntungan :
  1. satu server fisik dapat menjadi beberapa server logical sehingga resource yang underutilized berkurang (penghematan biaya)
  2. satu server logical dapat dilayani lebih dari satu server fisik (jika server tersebut heavy load). Keuntungannya adalah kenaikan kapasitas dapat bertahap sesuai kebutuhan dan adanya kemungkinan mirroring. (membeli kapasitas sesuai kebutuhan).
Client mengetahui bahwa ada 5 server, tetapi secara fisik sebenarnya cuma ada 3 server.
    Sebagai catatan akhir, selama mendalami tentang komputasi awan, kalian akan sering menemui istilah   
   HYPERVISOR. Pengertian Hypervisor adalah sebuah teknik virtualisasi hardware yang membuat 
   beberapa operating system bisa berjalan dalam satu mesin. (http://en.wikipedia.org/wiki/hypervisor)


5.       Automic Computing

      Komputasi autonomic adalah simbol dari suatu bentuk hierarki yang luas dan agak rumit alami adalah
      bentuk dari self- governing sistem, yang terdiri dari berbagai interaksi.
      komputasi autonomic merupakan tantangan besar yang harus dilewati satu organisasi. Realisasinya
      akan mengambil tentu dalam jangka panjang, upaya uang telah dilakukan di seluruh dunia oleh para
      peneliti dalam keragaman bidang. Langkah pertama yang diperlukan dalam pengujian: apa sistem
      komputasi autonomic mungkin terlihat seperti, bagaimana autonomic bisa berfungsi, dan apa kendala
      peneliti akan menghadapi dalam merancang dan memahami perilaku komputasi autnomic.
      Dalam penerapan komputasi atonomic ada beberapa pertanyaan penelitian:
  1. Bagaimana komputasi autonomic berfungsi?
  2. Bagaiman disain artsitektur komputasi autonomic baik?
  3. Bagaiman Tantangan Ilmiah terhadap komputasi autonomic?
    Kesulitan mengelola sistem komputasi saat ini tidak bisa dikelola software itu sendiri. Kebutuhan 
    untuk mengintegrasikan lingkungan heterogen beberapa ke perusahaan besar yang mempunyai sistem 
    komputasi, dan sudah tidak ada batas dengan pengunaan perusahaan ke Internet, memperkenalkan 
    tingkat baru kerumitan. Sistem komputasi kompleksitas tampaknya mendekati batas kemampuan 
    manusia, namun perjalanan menuju konektivitas meningkat dan integrasi untuk masa depan berlanjut.
    Penenlitian bertujuan untuk merealisasikan visi komputasi autonomic.
 
   Komputasi autonomic merupakan tatangan bagi para pakar dan ilmuan untuk mewujudkan sebuah 
   sistem autonomic. Perjalanan menuju komputasi sepenuhnya autonomic akan memakan waktu 
   bertahun-tahun, tetapi ada beberapa tonggak penting dan berharga di rentang waktu tersebut. Pada 
   awalnya, fungsi otomatis hanya akan mengumpulkan dan informasi agregat untuk mendukung 
   keputusan administrator. Administrator dan pengguna akan mendapat kemudahan dengan adanya 
   komputasi autonomic.

 Self-management
  Inti dari sistem komputasi autonomic adalah self-management, maksud adalah sistem yang mampu  
  memanejemen diri sendiri tanpa bantuan administrator, meliputi rincian sistem operasi dan pemeliharaan 
  dan menyediakan keperluan pengguna yang berjalan pada kinerja puncak 7 hari dalam seminggu 24 jam 
  dalam sehari.

Self-configuration
  Instalasi, konfigurasi, dan mengintektrasikan aplikasi yang besar membutuhkan waktu dan rawan  
  dengan kesalahan. Penambahan perangkat keras seperti server, router serta vendor harware yang 
  berbeda membutuhkan konfigurasi tersendiri yang cukup rumit.
  Sistem autonomic akan mengkonfigurasi dirinya sendiri secara otomatis sesuai dengan tingkat kebijakan 
  mewakili tingkat dari tujuan pengunaaan.

Self-optimation
  Sistem autonomic akan terus mencari cara untuk meningkatkan kinerja sistem, mengidentifikasi dan   
  melihat kemungkinan untuk membuat sistema lebih efisien dalam kinerjanya. Sama seperti otot manusia 
  akan menjadi lebih kuat melalui olahraga, dan sistem akan memodifikasi sirkuit selama pembelajaran, 
  sistem autonomic akan memonitor, bereksperimen dengan, dan parameter mereka sendiri
  dan akan belajar untuk membuat pilihan yang tepat, serta menjaga fungsi atau sumber. autonomic 
  secara proaktif akan berusaha untuk meng-upgrade fungsi mereka dengan mencari, memverifikasi, dan 
  menerapkan update terbaru.
  
Self-healing
  Sistem komputasi autonomic akan mendeteksi, mendiagnosa, dan memperbaiki masalah-masalah lokal  
  yang dihasilkan dari bug atau kegagalan dalam perangkat lunak dan perangkat keras, mungkin melalui 
  tester regresi. Menggunakan pengetahuan tentang konfigurasi sistem, diagnosis masalah dan akan 
  menganalisa informasi dari file log, mungkin dilengkapi dengan data dari monitor tambahan yang telah 
  diminta. Sistem kemudian akan mencocokan dengan diagnosis terhadap patch perangkat lunak yang    
  dikenal (atau mengingatkan programmer manusia) , menginstal patch yang sesuai, dan tes ulang.

Self-protection
  Sistem otonom akan melindungi diri dalam dua pengertian. Mereka akan mempertahankan sistem secara 
  keseluruhan, masalahtimbul berkorelasi dari serangan berbahaya atau kegagalan Cascading yang tetap 
 dikoreksi oleh self-healing. Autnomic juga akan mengantisipasi masalah berdasarkan laporan awal dari 
 sensor dan mengambil langkah-langkah untuk menghindari atau mengurangi masalah tersebut.


6.       Model Layanan Cloud Computing
       
        Layanan cloud computing dibagi menjadi 3 bagian yang masing-masing memiliki kriteria tersendiri. 
        Ketiga bagian tersebut dibagi berdasarkan apa yang dijadikan sebagai layanan. Adapun ketiga 
        layanan tersebut adalah:

Hasil gambar untuk model layanan cloud computing       
        Infrastructure as a Service (IaaS)
        IaaS adalah sebuah model layanan dimana penyedia cloud menyediakan hardware / perangkat
        keras (komputer server, penyimpanan data, jaringan, dll) untuk pelanggan. Manajemen perangkat
        keras menjadi tanggung jawab penyedia layanan, dan pelanggan mengontrol operating system serta
        aplikasi yang diinstal ke dalam server.

       Beberapa contoh layanan IaaS:

  •  Amazon EC2
  •  Windows Azure
  •  RackSpace Cloud
  •  NaviSite
  •  AT & T Cloud Solutions
      Platform as a Service (PaaS)
      PaaS adalah model layanan yang menyediakan semua hal yang dibutuhkan untuk mengembangkan /
      develop sebuah aplikasi pada cloud. PaaS menawarkan fasilitas untuk mengembangkan, testing,
      deployment, hingga maintenance aplikasi tanpa harus membeli infrastruktur dan software
      environment (Operating System).

      Beberapa contoh layanan PaaS:

  • Amazon Web Service
  • Windows Azure
  • GoogleApp Engin
     Software as a Service (SaaS)
     SaaS adalah model layanan dimana pelanggan cloud menggunakan aplikasi yang sudah disediakan
     dalam cloud. SaaS adalah bentuk cloud yang paling umum digunakan saat ini.

     Beberapa contoh layanan SaaS:

  • Office365
  • GoogleDocs
  • Adobe Creative Cloud
  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail
7.      Definisi Cloud Computing Menurut Para Ahli
       
        Definisi Cloud Computing di Wikipedia dan Menurut Para Ahli
  • Wikipedia.  Di dalam halaman khusus mengenai cloud computing di Wikipedia, kita bisa menemukan definisi sebagai berikut: “komputasi berbasis Internet, ketika banyak server digunakan bersama untuk menyediakan sumber daya, perangkat lunak dan data pada komputer atau perangkat lain pada saat dibutuhkan, sama seperti jaringan listrik”.  
  • Gartner memberi definisi seperti ini: “sebuah cara komputasi ketika layanan berbasis TI yang mudah dikembangkan dan lentur disediakan sebagai sebuah layanan untuk pelanggan menggunakan teknologi Internet.” 
  • Forester agak berbeda definisinya dengan memasukkan unsur layanan gratis dan berbayar seperti ini:  “standar kemampuan TI, seperti perangkat lunak, platform aplikasi, atau infrastruktur, yang disediakan menggunakan teknologi Internet dengan cara swalayan dan bayar-per-pemakaian.”
  • IEEE Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain."
8.       Model Development Cloud Computing

         Cloud computing memiliki 4 model deployment:
  • Public cloud
          Public cloud adalah layanan cloud computing yang disediakan untuk masyarakat umum yang
          disediakan oleh sebuah organisasi yang menyediakan cloud servis. Sebagai user kita hanya perlu
          mendaftar dan membayar pay per use (ada yang gratis juga) untuk menikmati layanannya.

           Contoh Public cloud gratis : Facebook, twitter, Windows Live Mail, Gmail, dan beberapa free
           cloud storage lainnya. Contoh Public Cloud berbayar : Office 365, Windows Azure, Amazon
           EC2, dll.
  • Private cloud
          Private cloud adalah layanan cloud computing yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan
          internal dari sebuah organisasi/perusahaan. Misalnya dalam sebuah perusahaan bagian ITnya
          sebagai Service Provider dan komputer-komputer lainnya di satu perusahaan tersebut sebagai
          clientnya, tipe cloud ini biasanya memakai jaringan internet lokal (intranet).
          Contoh dalam PaaS    : sistem OS dan database internal
          Contoh dalam SaaS    : Sharepoint, Exchanger, dan SQL server untuk keperluan internal.
          Contoh dalam IaaS     : virtual machine yang bisa diminta sesuai dengan kebutuhan internal.
http://www.purwadhikapress.com/wp-content/uploads/2013/04/public-and-private-cloud.jpg

  • Hybrid cloud
          Hybrid cloud adalah gabungan dari layanan public cloud dan private cloud yang tiap cloudnya
          tetap mempertahankan identitas unik mereka, tetapi berkombinasi menjadi satu unit.

          Contoh:
          Perusahaan A menyewa layanan Windows Azure (Public cloud) sebagai “rumah” yang dipakai
          untuk aplikasi yang mereka buat, tapi aturan tidak memperbolehkan data nasabah ditempatkan di
          pihak ketiga jadi perusahaan A menyimpan data nasabah tersebut di database internal mereka
          sendiri (private cloud).
  • Community cloud
          Community cloud adalah gabungan organisasi yang membangun cloud yang mempunyai concern
          yang sama. Model ini sangat cocok untuk sebuah institusi yang terdiri dari banyak departemen
          seperti pemerintahan dsb.

9.       Perspektif Bisnis
  • Investasi di awal hampir mendekati nol, hal ini disebabkan karena biaya pemakaian disesuaikan dengan penggunaan layanan cloud
  • Infrastruktur siap pakai, sehingga dapat menghindari resiko pembangunan infrastruktur, meningkatkan ketangkasan, dan mengurangi biaya operasional
  • Penggunaan sumber daya menjadi lebih efisien, karena aplikasi dipanggil melalui request sesuai dengan permintaan
  • Biaya berbasis penggunaan, sehingga besar kecilnya biaya yang dikeluarkan sesuai dengan besar kecilnya penggunaan dari konsumen/pengguna akhir
  • Mengurangi waktu pemasaran
10.    Isu Terkait Dengan Cloud computing
 
       Isu keamanan dan privasi menjadi isu utama di dalam teknologi cloud computing saat ini.
       Penggunaan resource secara bersama berdampak dengan rentannya suatu data dan informasi
       tersebut bocor dan disalahgunakan oleh pihak lain yang tidak seharusnya memiliki informasi
       tersebut. Ancaman privasi data dapat berasal dari pihak internal (penyedia layanan, pengguna dalam
       perusahaan), dan kebocoran data bisa terjadi karena kegagalan hak akses keamanan di beberapa
       domain.

       Privasi merupakan suatu hal yang sangat penting baik bagi individu maupun lembaga atau instansi
       untuk berhadapan dan berinteraksi dengan individu lain atau lembaga lain. Salah dalam
       menyampaikan informasi yang memiliki kemungkinan bernilai confidential, classified dan rahasia
       tidak dapat dipungkiri akan menyebabkan kerugian baik material maupun non material.

      Beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya pencurian data ini telah dilakukan khususnya dari sisi
     teknologi. Berbagai macam teknologi menawarkan berbagai model, algoritma, hingga model data untuk meningkatkan keamanan privasi data pada cloud computing. Beberapa teknologi tersebut yang dibahas pada laporan ini adalah cloud intelligent track dan privacy as a service (PaaS).


      
Sumber :


0 komentar:

Posting Komentar