Jaman semakin berkembang, teknologi semakin maju
kebutuhan untuk mengelola data semakin meningkat maka dari itu manusia juga harus mengikuti
perkembangan tersebut salah satunya yang akan saya sampaikan adalah cloud
computing. Apa itu cloud computing atau
komputasi awan? adalah teknologi
gabungan pemanfaatan teknologi komputer termasuk segala elemen yang
berada didalamnya dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet
(inilah yang disebut awan) yang berfungsi untuk menjalankan program atau
aplikasi melalui komputer- komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama.
Untuk
lebih jelasnya anda dapat mengunjungi link ini:https://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan
1.
Utility
Computing
Utility computing adalah suatu model bisnis penyediaan aplikasi sumber daya
infrastruktur IT kuhususnya berkaitan dengan ‘price model”, yaitu kesesuaian
ukuran, besar data yang dipesan. Utility computing sering menggunakan
infrastuktur cloud computing tetapi tidak harus utility computing dapat mengadopsi price model dari yang lain.
2. Service Orientation
Service Oriented
Architecture (SOA)
SOA adalah sebuah bentuk arsitektur yang menerapkan
konsep service-oriented (berorientasi
service). Pendekatan SOA adalah pendekatan penyelesaian masalah yang besar dengan membagi-
baginya menjadi beberapa service. Service tersebut dapat berdiri sendiri atau dihubungkan dengan
service-service yang lain. Arsitektur yang berdasarkan SOA memiliki fleksibilitas yang tinggi dan
tidak bergantung pada teknologi(dari sisi sebuah prangkat) sehingga memungkinkan peningkatan
kinerja dari suatu sistem.
service). Pendekatan SOA adalah pendekatan penyelesaian masalah yang besar dengan membagi-
baginya menjadi beberapa service. Service tersebut dapat berdiri sendiri atau dihubungkan dengan
service-service yang lain. Arsitektur yang berdasarkan SOA memiliki fleksibilitas yang tinggi dan
tidak bergantung pada teknologi(dari sisi sebuah prangkat) sehingga memungkinkan peningkatan
kinerja dari suatu sistem.
Dalam implementasi SOA, konsep service-oriented diimplementasikan dalam
sebuah layer di antara
business process layer dan application layer yang mana keduanya
merupakan bagian dari enterprise
logic yang
diberi nama service
interface layer.
Teknologi cloud computing dapat dikombinasikan dengan baik dengan SOA sehingga
mampu
menghasilkan solusi alternatif untuk membangun sistem dan teknologi informasi di suatu enterprise.
Cloud computing mampu memberikan dukungan ke SOA berupa desain layanan dan kemampuan
memperluas layanan. Sedangkan SOA mampu memberi dukungan ke cloud computing berupa tata
kelola layanan dan memberikan dorongan dari arsitektur.
menghasilkan solusi alternatif untuk membangun sistem dan teknologi informasi di suatu enterprise.
Cloud computing mampu memberikan dukungan ke SOA berupa desain layanan dan kemampuan
memperluas layanan. Sedangkan SOA mampu memberi dukungan ke cloud computing berupa tata
kelola layanan dan memberikan dorongan dari arsitektur.
Metodologi
ini sangat sesuai untuk Service Oriented Cloud dan telah berkembang untuk
memandu di berbagai bidang seperti:
1.
Kriteria keputusan di penggunaan Cloud
2.
Cloud klasifikasi layanan
3.
Keamanan dan risiko pemodelan untuk awan
4.
pengembangan kebijakan
5.
Cloud mempetimbangkan pemodelan untuk semua pandangan
arsitektur (bisnis, spesifikasi, implementasi)
3. Grid Computing
Grid Computing adalah
penggunaan sumber daya yang melibatkan banyak komputer yang letaknya
terpisah secara geografis dan saling terhubung melalui jalur komunikasi untuk memecahkan persoalan komputasi skala besar. Dengan kata lain konsep Grid Computing adalah komputasi parallel dengan infrastruktur perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat menyediakan akses yang bisa diandalkan, konsisten, tahan lama dan tidak mahal terhadap kemampuan komputasi mutakhir yang tersedia.
terpisah secara geografis dan saling terhubung melalui jalur komunikasi untuk memecahkan persoalan komputasi skala besar. Dengan kata lain konsep Grid Computing adalah komputasi parallel dengan infrastruktur perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat menyediakan akses yang bisa diandalkan, konsisten, tahan lama dan tidak mahal terhadap kemampuan komputasi mutakhir yang tersedia.
Grid Computing adalah
suatu istilah yang dipakai untuk menggambarkan satu dari dua sub-kategori
besar yang terkait dengan distributed computing :
besar yang terkait dengan distributed computing :
1. Komputasi online atau “storage offered as a service” yang
didukung oleh sebuah kumpulan sumber daya ‘distributed computing’ atau yang
dikenal dengan Utility Computing, on-demand computing. Data grid menyediakan
‘controlled sharing and management’ dari sejumlah besar data yang
terdistribusi, sering digunakan dalam kombinasi dengan komputasi grid.
2. Pembentukan sebuah
"superkomputer virtual" yang terdiri dari jaringan komputer
loosely-coupled, bertindak dalam memandu untuk melakukan tugas yang sangat
besar. Teknologi ini telah diterapkan untuk masalah ilmiah, matematika, dan
akademis komputasi-intensif melalui komputasi relawan, dan digunakan di
perusahaan-perusahaan komersial untuk aplikasi yang beragam seperti penemuan
obat, peramalan ekonomi, analisis seismik, dan back-office pengolahan data
untuk mendukung e-commerce dan layanan web.
4. Virtualisasi
Komputasi awan tersedia berkat adanya
teknologi virtualisasi yang mendukung abtraksi hardware.
Untuk lebih
jelasnya lihat gambar dibawah:
Pada model tradisional, satu server bertugas untuk satu kegiatan:
Tetapi ada 2 masalah untuk model diatas :
- Jika user yang mengakses server semakin banyak, terpaksa diganti
dengan yang lebih kuat. Proses migrasi server lama ke server baru
mengakibatkan downtime.
-
Masalah kedua adalah server underutilization, umumnya server hanya mencapai 100% utilization pada kondisi tertentu. Pada hari lainnya bahkan hanya mencapai 15% sisanya sebenarnya adalah pemborosan. Terkadang underutilization sengaja diadakan agar jika terjadi lonjakan permintaan dimasa depan dapat ditangani oleh server sekarang.
Dengan teknologi virtualisasi, masalah
diatas bisa ditutup dengan cara membuat abstraksi dari
infrastruktur
dibawahnya. Pada gambar dibawah terlihat ada dua keuntungan :
-
satu server fisik dapat menjadi beberapa server logical sehingga resource yang underutilized berkurang (penghematan biaya)
-
satu server logical dapat dilayani lebih dari satu server fisik (jika server tersebut heavy load). Keuntungannya adalah kenaikan kapasitas dapat bertahap sesuai kebutuhan dan adanya kemungkinan mirroring. (membeli kapasitas sesuai kebutuhan).
Client mengetahui bahwa ada 5 server, tetapi secara fisik sebenarnya cuma ada 3 server.
Sebagai catatan akhir, selama mendalami
tentang komputasi awan, kalian akan sering menemui istilah
HYPERVISOR.
Pengertian Hypervisor adalah sebuah teknik virtualisasi hardware yang
membuat
beberapa operating system bisa berjalan dalam satu mesin. (http://en.wikipedia.org/wiki/hypervisor)
5. Automic Computing
Komputasi
autonomic adalah simbol dari suatu bentuk hierarki yang luas dan agak
rumit alami adalah
bentuk dari self- governing sistem, yang terdiri dari
berbagai interaksi.
akan mengambil tentu dalam jangka panjang, upaya uang telah
dilakukan di seluruh dunia oleh para
peneliti dalam keragaman bidang.
Langkah pertama yang diperlukan dalam pengujian: apa sistem
komputasi autonomic
mungkin terlihat seperti, bagaimana autonomic bisa berfungsi, dan apa
kendala
peneliti akan menghadapi dalam merancang dan memahami perilaku
komputasi autnomic.
Dalam penerapan komputasi atonomic ada beberapa pertanyaan penelitian:
-
Bagaimana komputasi autonomic berfungsi?
-
Bagaiman disain artsitektur komputasi autonomic baik?
-
Bagaiman Tantangan Ilmiah terhadap komputasi autonomic?
Kesulitan
mengelola sistem komputasi saat ini tidak bisa dikelola software itu
sendiri. Kebutuhan
untuk mengintegrasikan lingkungan heterogen beberapa
ke perusahaan besar yang mempunyai sistem
komputasi, dan sudah tidak ada
batas dengan pengunaan perusahaan ke Internet, memperkenalkan
tingkat
baru kerumitan. Sistem komputasi kompleksitas tampaknya mendekati batas
kemampuan
manusia, namun perjalanan menuju konektivitas meningkat dan
integrasi untuk masa depan berlanjut.
Penenlitian bertujuan untuk merealisasikan visi komputasi autonomic.
Komputasi autonomic
merupakan tatangan bagi para pakar dan ilmuan untuk mewujudkan sebuah
sistem autonomic. Perjalanan menuju komputasi sepenuhnya autonomic akan
memakan waktu
bertahun-tahun, tetapi ada beberapa tonggak penting dan
berharga di rentang waktu tersebut. Pada
awalnya, fungsi otomatis hanya
akan mengumpulkan dan informasi agregat untuk mendukung
keputusan
administrator. Administrator dan pengguna akan mendapat kemudahan dengan
adanya
komputasi autonomic.
Self-management
memanejemen diri sendiri tanpa bantuan administrator,
meliputi rincian sistem operasi dan pemeliharaan
dan menyediakan
keperluan pengguna yang berjalan pada kinerja puncak 7 hari dalam
seminggu 24 jam
dalam sehari.
Self-configuration
Instalasi, konfigurasi, dan mengintektrasikan aplikasi
yang besar membutuhkan waktu dan rawan
dengan kesalahan. Penambahan
perangkat keras seperti server, router serta vendor harware yang
berbeda
membutuhkan konfigurasi tersendiri yang cukup rumit.
Sistem autonomic akan
mengkonfigurasi dirinya sendiri secara otomatis sesuai dengan tingkat
kebijakan
mewakili tingkat dari tujuan pengunaaan.
Self-optimation
melihat kemungkinan untuk membuat sistema lebih efisien dalam
kinerjanya. Sama seperti otot manusia
akan menjadi lebih kuat melalui
olahraga, dan sistem akan memodifikasi sirkuit selama pembelajaran,
sistem autonomic akan memonitor, bereksperimen dengan, dan parameter
mereka sendiri
dan akan belajar untuk membuat pilihan yang tepat, serta menjaga fungsi atau sumber. autonomic
dan akan belajar untuk membuat pilihan yang tepat, serta menjaga fungsi atau sumber. autonomic
secara proaktif akan berusaha untuk meng-upgrade
fungsi mereka dengan mencari, memverifikasi, dan
menerapkan update
terbaru.
Self-healing
yang
dihasilkan dari bug atau kegagalan dalam perangkat lunak dan perangkat
keras, mungkin melalui
tester regresi. Menggunakan pengetahuan tentang
konfigurasi sistem, diagnosis masalah dan akan
menganalisa informasi
dari file log, mungkin dilengkapi dengan data dari monitor tambahan yang
telah
diminta. Sistem kemudian akan mencocokan dengan diagnosis terhadap patch
perangkat lunak yang
dikenal (atau mengingatkan programmer manusia) ,
menginstal patch yang sesuai, dan tes ulang.
Self-protection
keseluruhan, masalahtimbul berkorelasi dari serangan berbahaya atau
kegagalan Cascading yang tetap
dikoreksi oleh self-healing. Autnomic
juga akan mengantisipasi masalah berdasarkan laporan awal dari
sensor
dan mengambil langkah-langkah untuk menghindari atau mengurangi masalah
tersebut.
6. Model Layanan Cloud Computing
Layanan cloud computing dibagi menjadi 3 bagian yang masing-masing memiliki kriteria tersendiri.
Ketiga bagian tersebut dibagi berdasarkan
apa yang dijadikan sebagai layanan. Adapun ketiga
layanan tersebut
adalah:
IaaS adalah sebuah model layanan dimana penyedia cloud menyediakan
hardware / perangkat
keras (komputer server, penyimpanan data, jaringan,
dll) untuk pelanggan. Manajemen perangkat
keras menjadi tanggung jawab
penyedia layanan, dan pelanggan mengontrol operating system serta
aplikasi yang diinstal ke dalam server.
Beberapa contoh layanan IaaS:
- Amazon EC2
- Windows Azure
- RackSpace Cloud
- NaviSite
- AT & T Cloud Solutions
PaaS adalah model layanan yang menyediakan semua hal yang dibutuhkan
untuk mengembangkan /
develop sebuah aplikasi pada cloud. PaaS
menawarkan fasilitas untuk mengembangkan, testing,
deployment, hingga
maintenance aplikasi tanpa harus membeli infrastruktur dan software
environment (Operating System).
Beberapa contoh layanan PaaS:
- Amazon Web Service
- Windows Azure
- GoogleApp Engin
Software as a Service (SaaS)
SaaS adalah model layanan dimana pelanggan cloud menggunakan aplikasi
yang sudah disediakan
dalam cloud. SaaS adalah bentuk cloud yang paling
umum digunakan saat ini.
Beberapa contoh layanan SaaS:
- Office365
- GoogleDocs
- Adobe Creative Cloud
- Gmail
7. Definisi Cloud Computing Menurut Para Ahli
- Wikipedia. Di dalam halaman khusus mengenai cloud computing di Wikipedia, kita bisa menemukan definisi sebagai berikut: “komputasi berbasis Internet, ketika banyak server digunakan bersama untuk menyediakan sumber daya, perangkat lunak dan data pada komputer atau perangkat lain pada saat dibutuhkan, sama seperti jaringan listrik”.
- Gartner memberi definisi seperti ini: “sebuah cara komputasi ketika layanan berbasis TI yang mudah dikembangkan dan lentur disediakan sebagai sebuah layanan untuk pelanggan menggunakan teknologi Internet.”
- Forester agak berbeda definisinya dengan memasukkan unsur layanan gratis dan berbayar seperti ini: “standar kemampuan TI, seperti perangkat lunak, platform aplikasi, atau infrastruktur, yang disediakan menggunakan teknologi Internet dengan cara swalayan dan bayar-per-pemakaian.”
- IEEE Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain."
8. Model Development Cloud Computing
- Public cloud
Public cloud adalah layanan cloud computing yang disediakan untuk
masyarakat umum yang
disediakan oleh sebuah organisasi yang menyediakan
cloud servis. Sebagai user kita hanya perlu
mendaftar dan membayar pay
per use (ada yang gratis juga) untuk menikmati layanannya.
Contoh Public cloud gratis : Facebook, twitter, Windows Live Mail, Gmail, dan beberapa free
cloud storage lainnya. Contoh Public Cloud berbayar : Office 365, Windows Azure, Amazon
EC2, dll.
- Private cloud
Private cloud adalah layanan cloud computing yang disediakan untuk
memenuhi kebutuhan
internal dari sebuah organisasi/perusahaan. Misalnya
dalam sebuah perusahaan bagian ITnya
sebagai Service Provider dan
komputer-komputer lainnya di satu perusahaan tersebut sebagai
clientnya,
tipe cloud ini biasanya memakai jaringan internet lokal (intranet).
Contoh dalam PaaS : sistem OS dan database internal
Contoh dalam SaaS : Sharepoint, Exchanger, dan SQL server untuk keperluan internal.
Contoh dalam IaaS : virtual machine yang bisa diminta sesuai dengan kebutuhan internal.

- Hybrid cloud
tetap mempertahankan identitas unik mereka, tetapi berkombinasi menjadi satu unit.
Contoh:
Perusahaan A menyewa layanan Windows Azure (Public cloud) sebagai “rumah” yang dipakai
untuk aplikasi yang mereka buat, tapi aturan tidak memperbolehkan data nasabah ditempatkan di
pihak ketiga jadi perusahaan A menyimpan data nasabah tersebut di database internal mereka
sendiri (private cloud).
- Community cloud
yang sama. Model ini sangat cocok untuk sebuah institusi yang terdiri dari banyak departemen
seperti pemerintahan dsb.
9. Perspektif Bisnis
- Investasi di awal hampir mendekati nol, hal ini disebabkan karena biaya pemakaian disesuaikan dengan penggunaan layanan cloud
- Infrastruktur siap pakai, sehingga dapat menghindari resiko pembangunan infrastruktur, meningkatkan ketangkasan, dan mengurangi biaya operasional
- Penggunaan sumber daya menjadi lebih efisien, karena aplikasi dipanggil melalui request sesuai dengan permintaan
- Biaya berbasis penggunaan, sehingga besar kecilnya biaya yang dikeluarkan sesuai dengan besar kecilnya penggunaan dari konsumen/pengguna akhir
- Mengurangi waktu pemasaran
10. Isu Terkait Dengan Cloud computing
Isu keamanan dan privasi menjadi isu utama di dalam teknologi cloud computing saat ini.
Penggunaan resource secara
bersama berdampak dengan rentannya suatu data dan informasi
tersebut
bocor dan disalahgunakan oleh pihak lain yang tidak seharusnya memiliki
informasi
tersebut. Ancaman privasi data dapat berasal dari pihak
internal (penyedia layanan, pengguna dalam
perusahaan), dan kebocoran
data bisa terjadi karena kegagalan hak akses keamanan di beberapa
domain.
Privasi merupakan suatu hal yang sangat penting baik bagi individu
maupun lembaga atau instansi
untuk berhadapan dan berinteraksi dengan
individu lain atau lembaga lain. Salah dalam
menyampaikan informasi yang
memiliki kemungkinan bernilai confidential, classified dan rahasia
tidak dapat dipungkiri akan menyebabkan kerugian baik material maupun non material.
Beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya pencurian data ini telah
dilakukan khususnya dari sisi
teknologi. Berbagai macam teknologi
menawarkan berbagai model, algoritma, hingga model data untuk
meningkatkan keamanan privasi data pada cloud computing. Beberapa
teknologi tersebut yang dibahas pada laporan ini adalah cloud
intelligent track dan privacy as a service (PaaS).
Sumber :
0 komentar:
Posting Komentar